Published On: Wed, Dec 8th, 2021

Penuh Dukungan, PT Bartuh Langgeng Abadi Ekspor Udang Mimika Perdana ke Jepang

 

Dirut PT Bartuh Langgeng Abadi, Sulaksono (kiri Batik) menerima surat keterangan asal ikan (Skai) dari kementerian perdagangan, sebagai salah satu syarat ekspor.

Mimika (Maritimnews) – Pertumbuhan ekonomi di wilayah Timika khususnya dan Papua umumnya, cukup pesat dari sektor perikanan. Wilayah ini diuntungkan dengan letak geografis Kabupaten Mimika yang berbatasan langsung dengan Laut Arafura, yang merupakan wilayah penangkapan 718 (WPP 718) dengan potensi sebesar 2.637.565 ton (Dirjen Tangkap KKP RI 2018).

Wilayah penangkapan tersebut yang saat ini merupakan penangkapan Ikan pelagis yang banyak dikunjungi kapal dan memilih pelabuhan perikanan Poumako sebagai pelabuhan bongkar muat ikan.

Potensi yang luar biasa tersebut dengan jeli dimanfaatkan oleh PT Bartuh Langgeng Abadi. Dengan cepat mengenalkan komoditi udang sebagai produk unggulan Mimika ke kancah internasional. Dengan begitu, nilai tukar nelayan pun semakin tinggi, karena hasil tangkapan nelayan layak di ekspor.

Surga udang laut di wilayah tersebut belum dimanfaatkan dengan maksimal selama ini. Sebut saja jenis udang banana (white) dan Sea Tiger yang semakin diminati di luar negeri ada di Laut Arafura, sehingga tak salah jika ekspor langsung dari Mimika ke Jepang menjadi satu terobosan baru untuk mengenalkan produk hasil laut asli Papua tersebut ke belahan dunia.

“Sayangnya keberpihakan izin armada kapasitas besar belum ada untuk mendukung industri dan nelayan setempat,” aku Direktur Utama PT Bartuh Langgeng Abadi, Sulaksono dalam keterangannya kepada media, Rabu (8/12).

Hal itu terlihat dari pengerahan pasukan armada semut (kapal kapal kecil) ukuran non GT – 5 GT saja yang menjadi mitra PT Bartuh Langgeng Abadi dalam memenuhi kebutuhan pabrik.

“Sebenarnya kalau hanya mengandalkan nelayan kecil, agak kewalahan juga untuk memenuhi permintaan pasar,” tambahnya.

Dia menjabarkan, antara permintaan pasar dan suplai pasokan bahan baku dari nelayan sangat jauh. Misalnya, kapasitas produksi pabrik bisa mencapai 70 ton per bulan. Lalu permintaan ekspor ke Jepang bisa mencapai 72 ton perbulan dengan estimasi, dalam 1 bulan 4 kali ekspor untuk kapasitas 40 feet, dengan muatan 18 ton.

“Itu baru permintaan ekspor, sementara kami juga perlu melayani permintaan lokal. Jadi suplai ke pabrik kami masih sangat kecil, dibanding permintaan yang terus meningkat,” terangnya.

Sulaksono berharap ada intervensi pemerintah untuk memberikan izin operasi kapal lebih besar, untuk memanfaatkan sumber daya alam laut Mimika dan sekitarnya. Terlebih masa hidup udang yang begitu singkat, apabila tidak tertangkap oleh nelayan maka udang akan terbuang sia sia di laut sana.

“Masa high season udang ini ada musimnya. September-Maret itu biasa memang nelayan panen. Di luar itu ada sangat kecil karena nelayan juga akan bergeser ke tangkapan lain, karena ada musim bawal dan kembung menyusul setelah musim udang usai,” urainya.

Pada kesempatan yang sama Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Mimika, Antonius Welerubun menjabarkan pihaknya selama ini sudah melakukan langkah preventif dalam pemberdayaan nelayan.

“Semua diupayakan terakomodir, baik Orang Asli Papua (OAP) maupun nelayan pendatang dengan memberikan stimulan sarana dan prasarana tangkap,” kata Antonius.

Pihaknya juga melakukan optimalisasi pengelolaan aset Pemda berupa coldstorage kapasitas 100 dan 200 ton, pabrik es 15 ton untuk menggerakkan sektor perikanan dengan membeli semua jenis ikan dari nelayan dengan harga yang baik. Dinas juga melakukan pembinaan dan pelatihan bagi pelaku usaha perikanan (Nelayan tangkap, pembudidaya, pengumpul, pengolah dan pemasar hasil perikanan).

“Tentu kami juga menyediakan produk hukum untuk kenyamanan berinvestasi di Kabupaten Mimika,” pungkasnya seraya menambahkan program lainnya memberikan kemudahan akses BBM bagi nelayan lewat SPDN Non Subsidi dan Bersubsidi.

Sekilas tentang PT Bartuh Langgang Abadi, terbentuk pada tanggal 15 Juli  tahun 2004 dan langsung memulai usahanya. PT Bartuh Langgeng Abadi hadir sebagai salah satu perusahan yang bergerak di bidang usaha Pengumpul dan Pemasar Hasil Perikanan dengan memamfaatkan potensi sumber daya hasil perikanan dan kelautan di Kabupaten Mimika.

Sebagai badan usaha yang baru merintis usaha di bidang perikanan dan kelautan, tentunya memiliki keterbatasan. Tetapi atas dukungan dan dorongan dari Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat (Kementerian Kelautan dan Perikanan RI), PT. Bartuh Langgeng Abadi sudah bisa melakukan kegiatan bisnis di bidang Pengumpul dan Pemasaran Hasil Perikanan, dengan sarana dan prasarana pendukung yang belum memadai. Pada hari ini, 8 Desember 2021, PT Bartuh Langgang Abadi Melakukan Ekspor Perdana Udang Ke Negara Jepang Melaui Laut.

“Target ke depan, kami ingin merambah ke bidang tangkap khusus udang. Menambah jumlah produksi dengan adanya dukungan dan penambahan modal kerja,” pungkas Sulaksono.

Pemerintah Pusat dan Kabupaten Mimika mendukung penuh akselerasi pertumbuhan ekonomi sektor perikanan di Timika. Hal itu terlihat dari dukungan yang diberikan kepada pihak swasta PT Bartuh Langgeng Abadi untuk mengoptimalkan potensi sumberdaya perikanan di Kabupaten Mimika yang cukup besar. Berkat dukungan Pemerintah juga, hari ini Rabu (8/12/2021), PT Bartuh Langgeng Abadi (BLA) melakukan launching perdana ekspor langsung (direct export) komoditi udang dari Timika ke Jepang, lewat jalur laut.

“Kami memberikan apresiasi yang tinggi kepada PT. Bartuh Langgeng Abadi atas terobosan ekspor perdana udang laut ke Jepang. Kami berharap selanjutkan akan lebih baik dan lebih sukses untuk pertumbuhan ekonomi sektor perikanan dan menyejahterakan masyarakat kelautan dan perikanan,” kata Dirjen Penguatan Daya Saing, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Artati Widiarty lewat online saat pelaksanaan launching perdana udang laut dari Timika ke Jepang, di Pelabuhan Poumako, Rabu (8/12/2021).

Lebih lanjut, Artati mengatakan, ini menjadi tonggak sejarah perikanan ekspor langsung dari kawasan timur Indonesia. Pihaknya berkomitmen untuk memberikan dukungan dan kemudahan bagi para pelaku usaha perikanan, baik berupa perizinan dan modal kerja.

“Harapan saya diawali oleh ekspor perdana ini akan terus berkembang perekonomian lewat perikanan. Begitu juga dengan pasar akan semakin luas, tidak saja hanya ke Jepang, tapi juga ke berbagai negara lainnya. Tentunya upaya ini diikuti dengan cara penanganan yang berstandar internasional agar hasil olahan kita terus mampu bersaing denan negara lain,” pungkas Artari. (*)

 

 

About the Author

- Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com