Common gate NPCT 1 Pelabuhan Tanjung Priok
Jakarta (Maritimnews) – Pasca kebakaran petikemas di lapangan New Priok Container Terminal One (NPCT 1) di kawasan Kali Baru Jakarta Utara, Selasa dini hari (14/05) yang berdampak pada layanan operasional Common Gate NPCT -1, kini mulai berangsur normal. Secara bertahap layanan truck Dan petikemas oleh PT Multi Terminal Indonesia kembali dapat diterapkan siang ini.
Direktur Operasi PT MTI Yandri Trisaputra mengatakan, sistem layanan Common Gate NPCT-1 telah beroperasi kembali. Untuk tetap dapat melayani pelanggan pada saat gangguan terjadi, perseroan mengambil langkah-langkah teknis dan operasional serta berkoordinasi dengan para stakeholders terkait berpedoman pada tata kelola perusahaan.
“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan terhadap kendala yang terjadi sejak dini hari di Selasa, 14 Mei 2024. Kami telah melakukan investigasi dan segera melakukan upaya perbaikan yang diperlukan,” kata Yandri dalam keterangan Persnya yang diterima Maritimnews, Selasa (14/05).
Lebih lanjut, PT MTI juga akan melakukan langkah yang dianggap perlu untuk menghindari permasalahan terulang di kemudian hari. Perseroan akan meningkatkan layanan dengan mengedepankan aspek HSSE (Health, Safety, Security & Environment) atau K3 di seluruh layanan serta mengedepankan mitigasi setiap kegiatan.
“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh stakeholder dan pelanggan atas dukungan dan pengertiannya terhadap situasi yang terjadi, serta kepercayaan penuh kepada kami sehingga kegiatan operasional tetap dapat berjalan baik,” pungkasnya.
(Bayu Jagadsea/MN)
Oleh : Dr. Dayan Hakim NS* Perusahaan pelayaran saat ini tengah menghadapi kewajiban untuk menyusun…
Jakarta (Maritimnews) - Kunjungan Mahasiswa dan Mahasiswi Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Indonesia (UI) ke…
Pontianak (Maritimnews) - Dukungan perusahaan IPC Terminal Petikemas terhadap Asta Cita ke-4 Pemerintah Republik Indonesia…
Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Area Teluk Bayur bersama PT Pelabuhan Tanjung…
Jambi (Maritimnews) - Indonesia adalah produsen dan eksportir utama kayu manis global, menguasai sekitar 41%…
Dwelling time yang masih jauh di atas standar internasional bukan sekadar masalah teknis kepelabuhanan —…