Ahli Peringatkan Biden Potensi Perang Laut China Selatan Dalam Waktu Dekat
Para ahli kebijakan luar negeri memeringatkan Presiden Amerika Serikat (AS) tentang besarnya kemungkinan terjadinya perang di Laut China Selatan (LCS) dalam waktu dekat ini.
Para ahli kebijakan luar negeri memeringatkan Presiden Amerika Serikat (AS) tentang besarnya kemungkinan terjadinya perang di Laut China Selatan (LCS) dalam waktu dekat ini.
Indonesia dan Malaysia memperlihatkan kesan kompak dalam menyikapi situasi di Laut China Selatan (LCS)yang kembali memanas beberapa waktu terakhir ini. Kekompakan tersebut tercermin dalam pertemuan kedua pemimpin negara serumpun itu pada Kamis (4/2).
Guna menghindari kesalahpahaman dalam penjagaan teritorial di Laut Cina Selatan, sejumlah pasukan Tiongkok yang berjaga di wilayah yang menjadi sengketa dengan beberapa negara lain diajari bahasa Inggris.
Jelang berakhirnya masa jabatan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, Negeri Paman Sam tersebut memasukan salah perusahaan pengeboran lepas pantai milik Tiongkok, China National Offshore Oil Corp (CNOOC) ke dalam daftar hitam. Hal ini mengakibatkan akses perusahaan tersebut ke teknologi AS menjadi terbatas, terkecuali bila ada izin khusus.
Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Danseskoal) Laksamana Muda TNI DR. Amarulla Octavian, S.T., M.Sc., D.E.S.D mengungkapkan terdapatnya potensi perang terbuka di antara negara-negara yang ada di kawasan Indo-Pasifik. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara kunci dalam seminar internasional yang diselenggarakan oleh Universitas Diponegoro (Undip), Kamis (1/11).
Keputusan Pemerintah Indonesia yang mengganti nama perairan di sebelah utara Pulau Natuna, Kepulauan Riau, dari sebelumnya bernama Laut Cina/China/Tiongkok Selatan menjadi Laut Natuna Utara, terbukti berhasil menaikkan posisi tawar Indonesia di panggung regional dan global.
Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) menggelar rapat terbatas dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu RI), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Mabes TNI, Mabesal, Polri dan Bakamla RI,
Oleh Labib Syarief, S.Sos* MN – Pada 8 April 2017, Laksamana Harry Harris, Komandan AS untuk wilayah Pasifik mengumumkan bahwa…
Kedua negara sepakat untuk mencari kemungkinan dalam meningkatkan kerjasama kemaritiman
Visi poros maritim dunia dengan lima pilar pembangunan maritimnya adalah geomaritim Indonesia