Rutin Ekspor Garam dan Tuna, KKP Siap Dukung Bali Bangun Industri Kelautan
MN, Denpasar – Menteri Kelautan dan Perikanan (MenKP), Sakti Wahyu Trenggono, siap mendukung langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali untuk menjadi salah satu…
MN, Denpasar – Menteri Kelautan dan Perikanan (MenKP), Sakti Wahyu Trenggono, siap mendukung langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali untuk menjadi salah satu…
MN, Ambon – Provinsi Malukku akhirnya berhasil mengekspor ikan tuna dengan penerbangan langsung menuju Jepang. Dengan menggunakan pesawat khusus kargo (freighter)…
Demi menunjang kebutuhan pendidikan perikanan kepada generasi penerus, Dinas Perikanan Kabupaten Pasamanan Barat (Pasbar) memberikan bantuan benih ikan nila sebanyak dua ribu ekor kepada MTs. Muhammadiyah Silaping pada Rabu (6/1).
Koordinator Penasihat Bidang Daya Saing SDM, Inovasi Teknologi, dan Riset Menteri Keluatan dan Perikanan RI, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, menyatakan bahwa potensi perikanan Aceh Singkil sangat luar biasa. Baik untuk sektor perikanan tangkap (laut) maupun sektor budidaya perikanan.
Menteri Kelautan dan Perikanan Dr. Edhy Prabowo menekankan pentingnya komunikasi dalam membangun sektor perikanan dan kelautan negeri ini. Hal ini diungkapkannya ketika diundang menjadi dosen tamu di program Kalam (Kuliah Malam) dalam Kanal Youtube Video Legend milik musisi Ahmad Dhani.
Indikasi kerja paksa yang dialami oleh awak kapal perikanan Indonesia yang bekerja di kapal berbendera Tiongkok menjadi momentum bagi pemerintah untuk melakukan evaluasi terhadap aturan dan mekanisme pengiriman awak kapal ikan ke luar negeri. Pemerintah juga perlu melakukan upaya edukasi dan kampanye pencegahan kepada masyarakat luas agar tidak terjebak pada praktik kerja paksa maupun perdagangan orang.
Di tengah pandemi Covid-19 yang memengaruhi seluruh sektor kehidupan masyarakat dunia, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus berupaya melakukan tindakan antisipasi agar dampak yang ditimbulkan tidak melumpuhkan sektor perikanan dan kelautan negeri ini.
Pandemi Covid-19 yang melandan hampir seluruh dunia pada saat ini, telah memukul semua sektor kehidupan, termasuk sektor perikanan negeri ini. Dampaknya sudah mulai dirasakan para nelayan dan pekerja perikanan di sejumlah daerah. Hasil pantauan DFW-Indonesia di Provinsi Jawa Tengah dan Bitung (Sulawesi Utara) mengindikasikan turunnya harga ikan, menurunnya daya beli masyarakat, dan terhentinya kegiatan penangkapan ikan oleh nelayan tradisional.
Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) menyoroti terganggunya sektor logistik perikanan akibat pandemi Covid-19 yang kian mempersulit kehidupan para nelayan, khsusnya nelayan kecil pada saat ini. Hal itu dikemukakan oleh Ketua Hariannya, Dani Setiawan saat berbicara dalam forum diskusi online via aplikasi Zoom yang dihelat oleh Kopi Pahit dan Monitorday.com, Minggu (18/4).
Pemerintah dinilai kurang serius dalam memperhatikan nasib para nelayan selama pandemi Covid-19 ini berlangsung. Selain dihadapkan pada risiko terkena virus yang muncul dari Kota Wuhan Tiongkok tersebut, para nelayan juga saat ini berhadapan dengan kondisi ekonomi yang semakin tidak menentu. Selama pandemi ini menerjang, nelayan nelayan dihadapkan pada pendapat yang terus menurun dan harga barang kebutuhan pokok yang terus menanjak naik.