Categories: GeopolitikTNI AL

Amankan Wilayah, Helikopter TNI AL Awasi USS Tucson di Selat Malaka

Maritimnews, Jakarta –  Kapal selam Amerika Serikat pembawa rudal hulu nuklir, USS Tucson diinformasikan telah mendekati perbatasan Indonesia di Selat Malaka, pada Rabu 3 Februari 2016 lalu. Kapal selam nuklir tersebut dikawal oleh kapal perang Singapura RSS Stalwart.

Sontak kejadian itu membuat Helikopter Bolcow TNI AL pun langsung diterbangkan untuk membayang-bayangi dua kapal tersebut, agar tidak masuk ke perairan Indonesia.

Kapal selam USS Tucson hendak menuju pangkalan militer mereka di Pulau Diego Garcia, Samudera Hindia, dekat Sri Lanka dan Maladewa. Maka dari itu, walupun kapal selam Amerika tersebut memang memiliki hak untuk melintasi jalur internasional, tapi TNI AL memiliki kewajiban menjaganya agar tidak memasuki perbatasan Indonesia dan melakukan illegal passing.

Selat Malaka merupakan jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI I) yang ditetapkan sebagai jalur internasional berdasarkan aturan UNCLOS 1982. Kendati demikian, TNI AL berdasarkan UU No 3 tahun 2002 tentang Pertahanan Negara dan UU No 34 tahun 2004 tentang TNI berkewajiban menjaga perairan yurisdiksi Indonesia dengan fungsi militer, diplomasi dan penegakan hukum di laut.

Selat Malaka yang merupakan daerah Trilateral Coordinated Patrol (TCP) antara Indonesia, Singapura dan Malaysia selalu rentan terhadap ancaman keamanan. Di waktu yang bersamaan juga dilaksanakan operasi patroli udara maritime Eye in the Sky(EiS) antara ketiga negara tersebut guna meningkatkan keamanan dari selat teramai di dunia itu.

Beberapa analisa menyebutkan, keberadaan kapal selam itu di sekitar perairan Indonesia terkait dengan eskalasi konflik Laut China Selatan. Indonesia sebagai negara yang berperan dalam meredakan ketegangan itu, angkatan perangnya pun dituntut untuk aktif mengawasi setiap gerak-gerik kapal asing yang berpotensi memicu ketegangan yang lebih besar.(DIT)

 

 

 

 

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Karyawan APBS Perkara Pengerukan Pelindo Harus Diputus Bebas Demi Hukum

Oleh: Malvin Berimbing, SH., MH . Direktur Eksekutif LBH-BUMN Indonesia sedang berada pada fase penting…

16 hours ago

FSP BUMN Bersatu: Kasus 6 Karyawan PT APBS, Bentuk Kriminalisasi Kejaksaan

Surabaya (Maritimnews) - Tidak ada bukti selama persidangan adanya aliran Dana ke enam Karyawan PT…

17 hours ago

Pilihan Prioritas Pembangunan Dry Port di Provinsi Jawa Tengah

oleh: Dr Dayan Hakim NS, Dosen Tetap Program MM Universitas Jayabaya Dry port (atau pelabuhan…

21 hours ago

Kawasan Industri dan Hilirisasi, Harapan Pelabuhan di Lampung

Bandar Lampung (Maritimnews) - Peran pelabuhan laut sebagai pintu gerbang perdagangan dan perekonomian, membutuhkan keberadaan…

1 day ago

IPC TPK Dorong Sportivitas Bersama Badminton Competition 2026

Jakarta (Maritimnews) - Komitmen PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) untuk tidak hanya unggul dalam…

1 week ago

Pasca QCC Baru, Tingkatkan Produktivitas Layanan IPC TPK Panjang

Bandar Lampung (Maritimnews) - Kehadiran Quay Container Crane (QCC) tipe Post Panamax di IPC TPK…

2 weeks ago