Foto: KRI Banda Aceh-593
Maritimnews, Jakarta – Lagi, Kapal Perang jajaran Kolinlamil KRI Banda Aceh 593 terpilih sebagai salah satu kapal perang yang turut dalam Satuan tugas Pengamanan VVIP Konferensi Tingkat Tinggi Organisasi Konferensi Islam ke-5 tahun 2016 yang dilepas dalam suatu upacara militer di Dermaga Jakarta International Container Terminal (JICT) Tanjung Priok, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Tugas pengamanan KTT (Konferensi Tingkat Tinggi) Luar Biasa OKI (Organisasi Kerjasama Islam) yang KRI Banda Aceh 593 emban merupakan tugas kehormatan sekaligus kepercayaan.
Tugas ini mengandung misi diplomatik, karena pengamanan KTT OKI merupakan manifestasi komitmen internasional Indonesia untuk memberikan kontribusi bagi arah kemajuan kerjasama negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam, yang akan dihadiri oleh 57 negara Islam atau berpenduduk mayoritas muslim di kawasan Asia dan Afrika.
“Pengamanan VVIP merupakan bagian dari tugas operasi militer selain perang TNI yang telah diamanatkan oleh Undang-undang Republik Indonesia nomor 34 tahun 2004. Oleh karena itu profesionalisme prajurit matra laut harus benar-benar dilaksanakan sesuai dengan pembinaan dan latihan yang selama ini telah diterima,” kata Pangarmabar Laksda TNI A. Taufiqoerrochman yang memimpin upacara penglepasan Satgas Pengamanan VVIP OKI ke-5 ini.
Selain itu Kewaspadaan dilaut harus benar-benar ditingkatkan mengingat letak geografis ibukota negara yang berdekatan dengan selat sunda merupakan pintu masuk ALKI 1 menuju Laut jawa.
“Ancaman bukan saja datang dari daratan, namun juga bisa menggunakan jalur lautan. Untuk itu penglepasan Satgas Pengamanan VVIP ini memiliki makna strategis,” sambungnya menandaskan.
Organisasi Kerjasama Islam atau dengan Organisation of Islamic Cooperation (OIC), adalah sebuah organisasi internasional yang didirikan dengan tujuan untuk meningkatkan solidaritas Islam di antara negara anggota.
Indonesia salah satu negara yang ikut tergabung di dalamnya, yang kini menjadi tuan rumah untuk Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar biasa, yang akan berlangsung beberapa hari ke depan.
KRI Banda Aceh-593 yang dikomandani Letkol Laut (P) Edi Haryanto ini merupakan kapal perang berjenis Landing Platform Dock (LPD) dengan ukuran panjang 22.004 meter dan lebar 125 meter. Berat kapal ini mencapai 7.286 ton. Kapal perang ini memiliki kecepatan maksimum 15 knot dan memiliki daya angkut sebanyak 344 personel. KRI Banda Aceh 593 digunakan untuk menunjang tugas dan operasi TNI Angkatan Laut (TNI AL) di antaranya untuk Landing Craft Carrier, pendaratan pasukan, operasi amfibi, tank carrier 20 Tank, 5 unit helikopter jenis MI-2 atau Bell 412, 2 unit LCVP, combat vehicle 22 unit, 3 unit meriam Howitzer, tactical vehicle 13 unit, total embarkasi 507 personel.
Untuk persenjataan perang, kapal ini dilengkapi meriam kaliber 20 mm dan 40 mm. Selain itu, operasi kemanusiaan dan penanggulangan bencana, serta mampu berlayar selama 30 hari secara terus-menerus. Meski masih dalam kategori kapal baru, KRI Banda Aceh ini sudah mendapatkan sebuah penghargaan sebagai KRI Berpredikat Operasional Tertinggi Tahun 2014. Penghargaan itu di dapat karena KRI Banda Aceh ini menjadi kapal yang berlayar dalam waktu paling panjang dibandingkan KRI milik TNI angkatan laut lainnya.
Selain itu kapal ini juga telah mengikuti latihan bersama kapal-kapal perang dari berbagai negara dalam ajang Multilateral Rim of the Pacific (Rimpac) 2014. Ajang tersebut merupakan latihan rutin setiap dua tahun yang digelar oleh armada ketiga US Navy dengan negara-negara di kawasan Asia Pasifik dan meluas cakupannya dengan melibatkan negara-negara di Asia Tenggara. (TAN)
Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) melalui Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) konsisten…
Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka meningkatkan kepedulian terhadap anak yatim.piatu, Koperasi Karyawan (KOPKAR) Terminal Petikemas…
Bandar Lampung (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Panjang mencatat kinerja operasional yang…
Jakarta (Maritimnews) - PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) berhasil menjaga kinerja operasional secara solid…
Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) mencatat kinerja operasional yang positif dalam melayani angkutan…
Ini bukan soal satu atau dua pelabuhan yang perlu diperbaiki. Ini adalah kegagalan sistemik yang…