Menteri Kelautan dan Perikanan Susi-Pudjiastuti. (Foto:netizen.or.id)
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi-Pudjiastuti. (Foto:netizen.or.id)

MNOL, Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan  Susi Pujiastuti mengajak Perbankan dalam membangun Sustainable Fisheries dalam acara Marine and Fisheries Bussines Forum di Gedung Mina Bahari III KKP, Jakarta, (31/2/16). Hal itu dia sampaikan mengingat Perbankan saat ini kurang bersinergi dalam membangun kelautan dan perikanan Indonesia yang berkelanjutan serta ramah lingkungan.

“Kalau ada pengusaha-pengusaha perikanan yang tidak ramah lingkungan maka saya minta Perbankan tidak boleh memberikan kredit. Jadi yang bisa dibantu oleh Perbankan ini hanya pengusaha-pengusaha yang ramah lingkungan,” ujar Susi.

Lebih lanjut, Susi menyatakan pengusaha yang hanya sekadar mengejar keuntungan saja dijamin tidak akan sukses. Akan tetapi jika pengusaha yang turut menjaga dan melestarikan lingkungan dia akan meraih kesuksesan, karena berlaku untuk masa depan.

Banyak pengusaha yang mengindahkan kelestarian lingkungan, mereka kerap kali menggunakan alat-alat yang telah dilarang seperti bom, racun dan pukat harimau. Sehingga kerusakan ekosistem yang berdamapak pada menurunnya jumlah populasi ikan kian terjadi bila tidak cepat dihentikan.

Sambung Susi, dampaknya pun akan dirasakan oleh generasi-generasi berikutnya. Kerusakan lingkungan akan berjalan lurus dengan lemahnya ketahanan pangan dan berdampak pada menurunnya pertumbuhan ekonomi.

“Pengelolaan di laut kita seluas 12.545.000 hektar ini menjadi potensi yang luar biasa. Saya menginginkan seluruh sistem proses dari penangkapan, pengelolaan, budi daya hingga penjualan tetap memperhatikan prinsip sustainability,” ungkapnya.

Menurutnya, 3 pilar pembangunan perikanan Indonesia yang digariskan oleh KKP yang mengawal laut sebagai masa depan bangsa, berisi antara lain kedaulatan (souvereignity), sustainability, dan technology.

“Kita 20 tahun yang lalu menjadi sumber minyak dan menjadi anggota kehormatan OPEC. Namun sekarang apa yang terjadi? Kita mengimpor minyak,” tegasnya.

Masih kata Susi, hal karena keseimbangan alam merupakan cermin kesejahteraan suatu bangsa. Bila kita tidak menjaga keseimbangan ekosistem maka yang terjadi adalah bencana, karena SDA di laut itu bisa habis.

Sustainable Fisheries menjadi fokus utama KKP dalam menyukseskan visi besar presiden dalam menjadikan Indonesia poros maritim dunia. Sustainable Fisheries atau pembangunan perikanan yang berkelanjutan memiliki ciri pelestarian lingkungan yang ada di dalam muatannya.

“Selain sustainable kita juga fokus dalam menjaga kedaulatan, jangan sampai laut kita yang luas ini dikuasai asing,” pungkasnya. (TAN)

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *