Puncak Arus Balik Paskah di Maumere

Suasana Embarkasi Penumpang Pelabuhan Maumere

MNOL, Maumere – Arus balik Hari Raya Paskah di Pelabuhan L Say, Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami puncaknya pada Selasa (29/3).  Umat Katolik asal  Nusa Tenggara Timur tersebut  kembali  ke beberapa daerah tujuan mereka semula, antara lain beberapa daerah transmigrasi perkebunan di Makassar, Sulawesi Selatan dan berbagai kota di Kalimantan.

General Manager Pelindo III Maumere, Ardhy Wahyu Basuki menjelaskan, “PT. Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III sebagai pengelola Pelabuhan Maumere akan meningkatkan pengamanan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan penumpang saat naik dan turun dari kapal,” jelas General Manager termuda di lingkungan Pelindo III tersebut. Ia memperkirakan tidak kurang dari 500 orang berangkat menumpang KM Lambelu serta lebih kurang 600 orang turun dari Kapal Motor tersebut. Bagi pelabuhan kecil di gugusan kepulauan Nusa Tenggara tersebut, angka tersebut termasuk tinggi.

Lebih lanjut, Ardhy memaparkan,  bahwa di tahun 2016 ini Pelindo III akan memodernisasi beberapa terminal penumpang di berbagai pelabuhan kecil di kawasan Indonesia Timur. “Pelindo III tidak hanya membangun sejumlah terminal logistik modern, tetapi juga membangun terminal penumpang demi meningkatkan pelayanan dan kenyamanan para penumpang kapal laut. Terminal penumpang kapal laut merupakan infrastruktur transportasi penting bagi masyarakat di kawasan kepulauan,” ujarnya.

Selain itu, arus barang di Pelabuhan L Say Maumere juga menunjukkan peningkatan. Berdasarkan data Pelindo III, pada tahun 2015 arus peti kemas tercatat sejumlah 18.901 TEUs atau meningkat 2 persen dari tahun sebelumnya, yaitu sebesar 18.482 TEUs. “Hal ini menunjukkan tren peningkatan kontainerisasi juga terjadi di pelabuhan-pelabuhan kecil. Pengangkutan barang yang menggunakan peti kemas (kontainer) lebih efisien, sehingga harga komoditas ditekan. Pelindo III terus mendukung Program Tol Laut pemerintah,” tegas Ardhy Wahyu Basuki.

Komoditas barang yang masuk dan dibongkar di Pelabuhan L Say mayoritas berupa sembako, sedangkan hasil produk yang dikirim keluar daerah mayoritas merupakan hasil bumi di NTT seperti biji kokoa, kacang mete, buah pisang, dan hasil laut seperti ikan segar.

A.P Sulistiawan

Redaktur

Share
Published by
A.P Sulistiawan

Recent Posts

Dukung Asta Cita dan SDGs, IPC TPK Perkuat Kebersihan Palembang

Palembang (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) melanjutkan komitmen keberlanjutan dan kepedulian terhadap lingkungan…

18 hours ago

IPC TPK Dukung Rehabilitasi Mangrove Nasional bersama The North Green Movement

Jakarta (Maritimnews) - Mangrove memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, antara lain sebagai…

18 hours ago

IPC TPK Paparkan Kinerja Operasional Real Time kepada Bappenas RI

Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menerima kunjungan lapangan dari Badan Perencanaan Pembangunan…

19 hours ago

Hari Pelanggan Nasional 2026, IPC TPK Pontianak Perkuat Sinergi dikondisi Karhutla

Pontianak (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Terminal Pontianak memperingati Hari Pelanggan Nasional 2026…

19 hours ago

Proses Transisi Operasional, TPK Koja Apresiasi Trucking

Jakarta (Maritimnews) - Terminal Petikemas (TPK) Koja mengapresiasi kesabaran para pengemudi truk dan seluruh pengguna…

2 days ago

Efek Streamlining DANANTARA bagi SGS Pelindo

Jakarta (Maritimnews) - Pasca merger PT Pelabuhan Indonesia (Persero) pada tahun 2021, penerapan Single Grading…

4 days ago