Categories: GeopolitikTNI AL

Visi Pembukaan UUD 45 Jadi Tulang Punggung Maritime Task Force Unifil Lebanon

 

Foto: Satgas Maritime Task Force

Maritimnews, Surabaya – Pembukaan Latpratugas Satgas Maritime Task Force Unifil Lebanon Kontingen Garuda XXVIII-I tahun 2016 di Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim), Surabaya, (11/3/16) yang dilakukan oleh Waasops TNI Laksma TNI Harjo Susmoro, menekankan bahwa Pembukaan UUD 1945 menjadi visi utama dalam satgas tersebut.

Dalam pemaparannya, Waasops menyatakan Operasi Perdamaian Dunia yang dilakukan oleh TNI sejak tahun 1957 dan saat ini melibatkan 2.688 personel yang tersebar di berbagai daerah terutama di Afrika. Dari pesebaran itu juga ada Maritime Task Force yang saat ini ditempatkan di Lebanon.

Selain itu, pembangunan lingkungan strategis juga dapat mempengaruhi visi diplomasi maritim dalam Maritime Task Force antara lain faktor cuaca, pesebaran penyakit, situasi konflik dan antipati masyarakat lokal terhadap pasukan PBB.

“Kesiapan fisik dan mental serta kepedulian untuk mengikuti pembangunan situasi agar terhindar dari situasi berbahaya perlu dilakukan agar faktor keamanan terus terjamin selama menjalankan tugas,” ujar Waasops.

Waasops TNI yang mewakili Asops Panglima TNI pada pembukaan Satgas Maritime Task Force Unifil Lebanon Kontingen Garuda XXVIII-I tahun 2016 itu juga menekankan agar keimanan dan ketakwaan personel ditingkatkan. Kemudian profesionalisme prajurit untuk menjaga nama baik TNI dan ketentuan hukum serta Standart Operation Procedur (SOP) harus dipatuhi oleh prajurit selama menjalankan tugas.

Masih kata Waasops, beberapa masalah yang terjadi dalam zona tugas Maritime Task Force di Lebanon antara lain seringnya pelanggaran Blue Line baik antara Israel maupun Lebanon, pelanggaran udara dan drone dari pihak Israel, serta masih maraknya penembakan, penculikan dan peluncuran roket oleh Israel.

“Ditambah lagi pengungsi Syria kerap masuk ke Lebanon dan pengaruh ISIS di Beirut yang semakin membuat keruh suasana perdamaian di Lebanon,” tambahnya.

Pengiriman Maritime Task Force ini merupakan kelanjutan dari amanat Pembukaan UUD 1945 Alinea IV, yaitu ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Dasar hukum lainnya juga dijelaskan dalam UU No.34/2004 tentang TNI, UU No.37/1999 tentang Hubungan Luar Negeri dan Perpres No.86/2015 tentang Pengerahan Misi Pemeliharaan Perdamaian.

Pembukaan Latpratugas Maritime Task Force

Sementara itu Pabandya-3/Gunkuat Spaban IV/Ops Sops TNI Letkol Laut (P) Salim yang mendampingi Waasops Panglima TNI menyatakan bahwa Indonesia merupakan negara yang tidak pernah mencari musuh. Namun, dengan mengutip pernyataan Bung Karno, Salim menambahkan  bila ada negara yang mengancam perdamaian dunia (menjajah) maka akan kita perangi sesuai prinsip Pembukaan UUD 1945 Alinea I.

“Kami bukanlah musuh Timur maupun Barat, kami merupakan bagian dari dunia ini dan kami ingin membantu. Pada tahun 1955 dunia terbelah menjadi dua, yaitu Blok Barat yang dipimpin Eisenhower yakni Amerika dan Blok Timur yang dipimpin oleh Stalin, Uni Soviet,” kata Salim.

Dalam kondisi itu, Indonesia terhimpit di tengah-tengah antara kedua blok tersebut. Namun, sikap Indonesia berdasarkan semangat Pembukaan UUD 1945 justru membangun poros tersendiri dengan nama Gerakan Non Blok.

Sambungnya, kala itu Bung Karno menggalang kekuatan baru, yaitu dunia ketiga yang tidak memihak kedua blok tersebut. Bung Karno berhasil melobi J Bros Tito, Gamal Abdul Naser, Pandit Nehru dan Kwame Nkrumah untuk membentuk Gerakan Non Blok yang beranggotakan 100 negara dunia.

“Inilah yang menyebabkan kita harus ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial sesuai dengan Alinea IV Pembukaan UUD 1945,” tandasnya.

Dengan mengutip pernyataan Bung Karno lagi di sidang umum PBB tahun 1960, lulusan AAL tahunn 1995 itu mengungkapkan bahwa imperialisme yang membuat kegaduhan di berbagai belahan dunia akan habis riwayatnya.

“Camkanlah perkataan saya ini, Imperialisme yang sedang sekarat itu berbahaya, sama berbahayanya dengan seekor harimau yang luka di dalam rimba raya tropik,” pungkas Salim mengutip Bung Karno.(TAN)

 

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Usia 13 Tahun Jadi Momentum IPC TPK Pacu Transformasi dan Peningkatan Layanan

Jakarta (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) resmi memasuki usia 13 tahun dalam melayani…

4 hours ago

IPC TPK Fasilitasi Uji Emisi Truk Peti Kemas Gratis

Jakarta (Maritimnews) - Sebagai wujud nyata komitmen terhadap kelestarian lingkungan dan implementasi komitmen Environmental, Social,…

4 hours ago

Apa Kabar SIMON TKBM Pelabuhan Internasional Tanjung Priok?

Jakarta (Maritimnews) - Pelabuhan Tanjung Priok pintu gerbang logistik utama Indonesia adalah world class port…

1 day ago

Pelindo Tanjung Priok Gelar Pemeriksaan Kesehatan & Sembako Gratis

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Tanjung Priok menunjukkan komitmennya mendukung kesejahteraan…

2 days ago

Momentum HUT IPC TPK Ke-13, Hadirkan Khitanan Massal di Cilincing

Jakarta (Maritimnews) – Menyambut HUT PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) ke-13 telah diawali dengan…

3 days ago

Maklumat Pelayanan, Komitmen Pelindo Regional 2 Tanjung Priok

Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka meningkatkan kepercayaan masyarakat dan pengguna jasa terhadap pelayanan terminal penumpang,…

5 days ago