Sekilas Tentang Drone yang Jatuh di Kepri

Target Drone Banshee Produksi Meggitt Defence Systems

MNOL, Jakarta – Beberapa hari yang lalu, media pemberitaan nasional sempat diramaikan oleh pemberitaan tentang ditemukannya Target Drone Banshee di Selat Philip, perbatasan antara Indonesia dengan Singapura. Target Drone Banshee tersebut ditemukan mengapung di perairan Kepulauan Riau tersebut dipastikan bukanlah milik Indonesia.

Di Asia Tenggara sendiri hanya dua negara yang tercatat sebagai pengguna drone ini, yaitu Malaysia dan Brunei Darussalam. Brunei sendiri telah menggunakan drone tersebut sejak tahun 1987. Hal ini menjadi perbincangan khalayak ramai karena dicurigai drone tersebut digunakan untuk tindakan mata–mata negara asing di negara kita, meskipun kemungkinan tersebut telah ditepis oleh TNI AU.

Target Drone Banshee diproduksi oleh Meggitt Defence Systems, sebuah perusahaan asal Inggris perlengkapan penerbangan. Produksi awalnya dimulai pada tahun 1983 dan pada saat ini drone ini memiliki nama resmi Meggitt BTT-3 Banshee.

Pesawat tak berawak ini pada dasarnya berfungsi sebagai sebuah sistem target yang menyediakan simulasi penembakan untuk pelatihan senjata pertahanan udara, baik yang diluncurkan dari darat maupun dari laut. Drone ini memiliki kecepatan maksimum dua ratus knot dan dapat digunakan berkali-kali. Cara peluncurannya dengan menggunakan alat peluncur dari dek kapal, ini yang membedakan pesawat tak berawak ini dengan beberapa jenis drone lainnya.

Pesawat tanpa awak ini memiliki jangka waktu penggunaan hingga dua puluh lima tahun serta mudah mendapatkan suku cadangannya menjadikan banyak negara yang menggunakannya. Biasanya untuk pesawat tanpa awak ini akan mendarat di atas air dengan menggunakan parasut, dan drone ini memang kedap air.

Pada awalnya drone ini dibangun dengan menggunakan mesin berbaling–baling, namun saat ini telah tersedia versi dengan mesin jet.  (APS)

A.P Sulistiawan

Redaktur

Share
Published by
A.P Sulistiawan

Recent Posts

Program Jejak Pelabuhan, Mahasiswa/i UI Kunjungi IPC TPK

Jakarta (Maritimnews) - Kunjungan Mahasiswa dan Mahasiswi Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Indonesia (UI) ke…

16 hours ago

IPC TPK Gelar Pelatihan Keterampilan Bagi Perempuan Penyandang Disabilitas di Pontianak

Pontianak (Maritimnews) - Dukungan perusahaan IPC Terminal Petikemas terhadap Asta Cita ke-4 Pemerintah Republik Indonesia…

1 day ago

Sinergi Operasional IPC TPK dan PTP di Teluk Bayur

Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Area Teluk Bayur bersama PT Pelabuhan Tanjung…

1 day ago

IPC TPK Jambi Dukung Kelancaran Ekspor Kayu Manis ke Mancanegara

Jambi (Maritimnews) - Indonesia adalah produsen dan eksportir utama kayu manis global, menguasai sekitar 41%…

2 days ago

Barang Kami Tertahan, Bisnis Kami Pun Ikut Berhenti

Dwelling time yang masih jauh di atas standar internasional bukan sekadar masalah teknis kepelabuhanan —…

4 days ago

Pelindo Perkuat Sinergitas Optimalisasi Terminal Kijing, Akses Jalan jadi Prioritas

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) memperkuat sinergitas optimalisasi Terminal Kijing Mempawah Kalimantan Barat…

6 days ago