Kisruh Pelayanan Bongkar Muat Tanjung Emas. Direktur Namarin: Sebuah Ironi di Tengan Upaya Menjadikan Indonesia Poros Maritim Dunia

Suasana Bongkar Muat di Pelabuhan Tanjung Emas

MNOL-Surabaya, Apa yang menimpa GM Pelindo III Tanjung Emas, menurut Direktur The National Maritime Institute (Namarin), Siswanto Rusdi, merupakan sebuah ironi di tengah upaya pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia. “Dalam poros maritim dunia itu pelabuhan merupakan salah satu elemen dasar. Sekarang, elemen itu berusaha untuk digoyang. Pertanyaannya, bagaimana kelak nasib poros maritim jika dengan pelabuhan yang ada dan personilnya dikriminalisasi?” ujar Siswanto.

Lebih lanjut Siswanto menguraikan, pelabuhan-pelabuhan di bawah pengelolaan BUMN pelabuhan  saat ini merupakan aset negara yang keberadaannya sangat diperlukan untuk mendukung pembangunan. Bahwa pemerintah kini memberikan peluang yang sama kepada swasta untuk berbisnis pelabuhan, tidak lantas dapat diartikan bahwa Pelindo dapat diperlakukan seenaknya. “Ingat, Pelindo itu adalah perpanjangan negara. Ia tidak sama dengan badan usaha swasta. Ada sejumlah keistimewaan yang melekat pada Pelindo yang muncul dari berbagai aturan perundang-undangan maupun praktik terbaik yang sudah berjalan.”

Rusdi berharap, pihak KSOP Tanjung Emas dapat lebih berpihak kepada Pelindo karena sama-sama perpanjangan negara. Itu artinya, KSOP harus juga menyosialisasikan posisi Pelindo yang khusus tadi kepada pelaku usaha di pelabuhan. “KSOP jangan hanya menyosialisasikan hak swasta di pelabuhan tetapi juga hak Pelindo yang ada selama ini,” ujarnya.

Pelindo III terus mengembangkan Pelabuhan Tanjung Emas agar dapat meningkatkan kinerjanya dalam menjalankan fungsi sebagai gerbang perekonomian Provinsi Jawa Tengah. Bahkan beberapa saat lalu, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi mengganjar Pelindo III dengan Penghargaan Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2016. Karena Pelindo III berhasil mengatasi masalah banjir rob (limpasan air laut pasang) yang selama puluhan tahun menggenangi kompleks pelabuhandermaga Tanjung Emas dengan teknologi sistem polder. Penerapan teknologi yang diadopsi dari pelabuhan-pelabuhan modern di Eropa tersebut menelan investasi lebih dari 200 milyar rupiah tanpa membebani anggaran negara dan terbukti berhasil membuat produktivitas pelabuhan tidak terganggu meski laut pasang. Pengguna jasa pun dapat terlayani dengan baik dan terdorong kegiatan usahanya karena distribusi lancar. Semua pihak seharusnya mengapresiasi hal Ini bukannya malah terpengaruh suara-suara dari pihak-pihak yang belum jelas kontribusinya untuk pembangunan kemaritiman.

Kasus ini bermula saat kegiatan bongkar muat yang dilakukan oleh Pelindo III di Pelabuhan Tanjung Emas dihentikan oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Emas Semarang pada 19 November 2015.  Saat itu Pelindo III dianggap melakukan kegiatan ilegal karena belum memiliki izin bongkar muat (SIUPBM). Oleh karenanya Ketua DPW APBMI Jawa Tengah Romulo Simangunson melaporkan General Manager Pelindo III Tanjung Emas Semarang ke Polda Jateng dengan tuduhan melakukan kegiatan ilegal. (APS)

A.P Sulistiawan

Redaktur

Share
Published by
A.P Sulistiawan

Recent Posts

Atasi Kepadatan, Pelabuhan Tanjung Wangi Kini Dilayani Empat Kapal

Banyuwangi (Maritimnews) - Aktivitas bongkar muat kendaraan melalui kapal Roll On-Roll Off (Ro-Ro) di pelabuhan…

3 hours ago

Pelindo Regional 4 dan Kejati Maluku Perkuat Sinergi Hukum

Makassar (Maritimnew) – Dalam rangka memperkuat sinergi dalam penanganan masalah hukum bidang perdata dan tata…

1 day ago

Kemarau dan Kabut Asap Kalimantan, Partisipasi TPK Bagendang Salurkan 70 Tangki Air Bersih dan Masker

Kotawaringin Timur (Maritimnews) - PT Pelindo Terminal Petikemas melalui Terminal Peti Kemas (TPK) Bagendang berpartisipasi…

1 day ago

Hari Pelanggan Nasional 2026, IPC TPK Perkuat Sinergi Lewat Customer Rafting

Bogor (Maritimnews) – Dalam rangka memperingati Hari Pelanggan Nasional, IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menyelenggarakan…

2 days ago

Agustus 2026, TPS Catat Throughput 128 Ribu TEUs

Surabaya (Maritimnews) - Kinerja arus petikemas (throughput) PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) untuk bulan Agustus…

2 days ago

Vessel Operational Disruption; Kapan Pengalihan Kapal Menjadi Pilihan Tepat

Oleh: SAFUAN - Doctor in Management Science Gangguan operasional merupakan salah satu risiko yang tidak…

3 days ago