
MNOL, Kupang – Kedatangan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti di Kabupaten Lembata disambut antusias ribuan warga lokal yang memadati Pelabuhan Lewoleba, Jum’at siang (10/6). Rombongan tersebut diangkut oleh KRI Untung Suropati-372 yang berada di bawah jajaran Koarmatim.
Turun dari kapal, Susi langsung disambut prosesi adat tarian perahu serta dipakaikan kain tenun khas Lembata oleh tetua adat setempat dengan disaksikan ribuan warga yang hadir. Selanjutnya Susi langsung dibawa menuju Desa Watu Diri, dimana fosil (tulang) ikan paus yang terdampar ditempatkan.
Dia pun didaulat untuk meresmikan tempat tersebut sebagai situs bahari dengan menandatangani prasasti. Antusias warga kembali terlihat dengan banyaknya warga yang ingin menyapa dan berjabat tangan langsung dengannya.
Susi mengaku senang atas sambutan dan antusiasme warga terhadap kedatangannya. Dia berjanji akan bertemu dan berdialog keesokan harinya untuk mendengar langsung persoalan-persoalan yang dihadapi masyarakat nelayan setempat.
Saat itu, Susi juga menyempatkan diri memantau perairan Lembata dari udara menggunakan helikopter. Didampingi komandan KRI Untung Suropati 372 Letkol I Gede Dharma Yoga, Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur serta pejabat lainnya, Susi menyambangi tempat-tempat yang menjadi inspeksinya.
Hari ini, Susi akan melakukan tebar benih ikan di keramba jaring apung (KJA) di perairan sekitar Kuma Resort, kemudian bergerak ke Desa Babokerong untuk tanam bibit rumput laut. Selanjutnya menuju lokasi rencana acara Hari Nusantara di Bukit Cinta dan titik kegiatan di pabrik tepung ikan dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) untuk berdialog dengan nelayan.
Kemudian sore harinya, Susi dan rombongan akan melanjutkan pelayaran menuju Kupang dengan KRI Untung Suropati-372 dan diperkirakan tiba Pelabuhan Tenau Kupang Minggu pagi (12/6). Perempuan asal Pangandaran melakukan safari bahari di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ini dengan berlayar di perairan Flores mengunakan KRI Untung Suropati-372 milik TNI AL.
Selama 4 hari (9-12 Juni 2016), Susi akan singgah di tiga wilayah NTT yakni Larantuka, Lembata dan berakhir di Kupang untuk meninjau situasi dan kondisi perairan Flores (laut Sawu) dan permasalahan masyarakat nelayan di ketiga wilayah yang disinggahi.
KRI Untung Suropati merupakan kapal perang Indonesia dari jenis korvet. Kapal ini termasuk kapal korvet kelas Parchim dengan kode Pakta warsawa Type 133.1.
Kapal ini didesain untuk perang anti kapal selam diperairan dangkal / pantai. Enambelas kapal dibuat oleh Volksmarine yang dimodifikasi untuk AL Soviet pada 1985-1990 oleh Peenewerft, Wolgast. Setelah Penyatuan kembali Jerman, bekas negara Jerman Timur itu menjual kapal-kapal ini ke TNI AL pada 1993. (Tan)






