
MNOL, Jakarta – Bertempat di Ruang Banda A – Hotel Borobudur Jakarta, dilakukan penandatanganan MoU (Nota Kesepahaman) oleh Tony Hajar, Direktur Utama PT Multi Terminal Indonesia (MTI) dan Yukki Nugrahawan Hanafi, Ketua Umum DPP ALFI/ILFA. Penanda tanganan itu disaksikan oleh Toto Dirgantoro, Komisaris Utama PT MTI, GPEI, dan Saptono RI, Direktur KPU PT Pelabuhan Indonesia II (Persero), pada Senin (20/6).
IPC LOGISTIC (PT MTI) dan DPP ALFI/ILFA sepakat bahwa dalam upaya mengantisipasi kebutuhan pasar domestik dan internasional akan ketersediaan fasilitas pergudangan dan lapangan penumpukan yang dapat mengakomodir volume kargo melalui Pelabuhan Tanjung Priok, dibutuhkan penataan dan penanganan yang tepat.
Dalam rangka itulah maka IPC LOGISTIC (PT MTI) dan DPP ALFI/ILFA akan berkolaborasi dalam pemasaran dan pelayanan logistik bersama untuk mengoptimalkan gudang dan lapangan penumpukan yang dioperasikan oleh IPC LOGISTIC (PT MTI). Untuk maksud tersebut, maka Nota Kesepahaman diitanda tangani sebagai langkah awal keseriusan para pihak.
Tony Hajar mengemukakan, bahwa tingginya ongkos logistik dewasa ini salah satunya dikarenakan distribusi barang yang tidak efisien, karena begitu banyaknya tahapan dalam proses produksi dan distribusi maka ongkosnya menjadi mahal.
“Dengan kerjasama ini nantinya akan diarahkan agar kargo komoditi impor atau ekspor yang ditanggani oleh perusahaan forwarder yang tergabung dalam keanggotaan ALFI/ILFA dapat memanfaatkan fasilitas yang kami siapkan, baik itu pergudangan maupun lapangan penumpukan,” ujarnya.
Sementara itu Yukki Nugrahawan Hanafi Ketua Umum DPP ALFI/ILFA menyikapi positif kerjasama ini,
“Nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) tersebut bukanlah sekadar acara seremoni, yang tidak ada tindak lanjutnya. MoU ini perlu ditindak lanjuti kerja sama nyata oleh perusahaan-perusahaan anggota ALFI dari DKI Jakarta, Banten maupun dari Jawa Barat dengan melakukan kerja sama dalam menggunakan sarana-sarana yang dimiliki PT MTI,” paparnya.
Sebagai pelaku usaha logistik, perusahaan anggota ALFI/ILFA selalu menghitung secara rinci biaya-biaya dalam proses pengiriman dan penyimpanan barang. Perusahaan akan memanfaatkan fasilitas itu jika sarana itu dapat mendukung pelayanan yang efektif, efisien dan produktif.
Bila kerjasama nantinya tidak memberikan margin yang optimal, perusahaan anggota pasti akan mencari tempat lain yang lebih menguntungkan.
Menurut Yukki, agar fasilitas yang dimiliki PT MTI dapat optimal utilisasinya oleh anggota ALFI, sebaiknya anak perusahaan PT Pelabuhan Indonesia II itu dapat memberikan special rate, seperti di Bangkok.
Perusahaan Freight Forwarding anggota Thailand International Forwarders Association (TIFA) diberikan sarana terminal khusus di Pelabuhan Bangkok untuk mendukung aktivitas logistik di negara tersebut, sehingga daya saing industri Thailand lebih baik.
“Seharusnya PT MTI demikian, apalagi PT MTI juga anggota ALFI DKI Jakarta, sehingga sesama anggota bisa bersinergi, beraliansi atau konsorosium agar logistik nasional makin kompetitif, terutama yang melalui Pelabuhan Tanjung Priok,” ungkap Yukki. (Bayu/MN)






