
MNOL, Lampung – Para pemudik lintas pulau Jawa-Sumatera harus rela mengantre ber jam-jam untuk dapat masuk ke kapal. Padahal, PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia menyediakan armada kapal laut sebanyak 59 kapal fery.
Hal itu terlihat dari kondisi Pelabuhan Bakauheni, Lampung, Sabtu (9/7), yang mengalami kemacetan hingga 5 kilometer dari arah Bandar Lampung menuju Bakauheni.
Menurut salah seorang penumpang yang hendak menuju Kota Serang, Iin Septiani, dirinya baru bisa memasuki kapal setelah 5 jam mengantre.
“Saya baru masuk tol gate tadi setengah sembilan dan baru ngantre mau masuk kapal jam 21.30 WIB,” ucapnya kesal.
Dirinya juga mengeluhkan pengaturan yang dilakukan oleh petugas di dermaga 6. Menurutnya, pengendara yang hendak memasuki dermaga kebingungan karena para pengendara tidak tahu lokasi di setiap dermaga.
“Yang ngaturnya acak-acakan banget. Saya mau masuk ke dermaga enam saja susah. Harus muter ngelawatin dermaga satu dan dua,” keluhnya.
Pada tanggal 26 Februari 2016, PT ASDP Indonesia Ferry mendatangkan dua unit kapal untuk melayani penumpang di lintasan pelabuhan penyeberangan Merak-Bakauheni.
Kedua kapal tersebut adalah Kapal Motor Penumpang (KMP) Labitra Karina milik PT Labitra dan KMP Salvino milik PT Surya Timur Line.
Dua kapal tersebut rata-rata mampu mengangkut sebanyak 500 penumpang dan 100 unit kendaraan campuran.
KMP Labitra Karina memliki berat kotor 5.012 gross ton yang dinahkodai Yogie A.M. Sedangkan, KMP Salvino memiliki berat kotor 3.979 gross ton.
Dengan penambahan tersebut, Juru Bicara PT ASDP Cabang Merak, Mario mengungkapkan jumlah kapal yang beroperasi di Selat Sunda total mencapai 59 kapal roro.
Dengan penambahan tersebut diharapkan mampu mengatasi banyaknya antrean yang selama ini terjadi di Pelabuhan Merak dan Bakauheni. (RM/MN)






