Categories: PelabuhanTerbaru

Capai Visi Maritim Indonesia, Pelindo IV Kejar Target 2016

Ket Foto Pelabuhan Bitung salah satu pelabuhan cabang di lingkungan kerja PT Pelindo IV yang akan dijadikan Koridor 2

MNOL, Makassar – PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV (Persero) menggelar Rapat Kerja (Raker) ke-2 Tahun 2016,  Sekretaris Perusahaan Pelindo IV Baharuddin M mengatakan Raker Tahunan ke-2 membahas secara komprehensif semua permasalahan dan peluang kegiatan pengelolaan perusahaan.

“Hal ini perlu, mengingat tantangan pengusahaan jasa kepelabuhanan ke depan semakin meningkat. Utamanya tuntutan kepada Pelindo IV sebagai BUMN untuk memberikan peran yang nyata untuk menjadi Agent of Change dan Agent of Development untuk percepatan perkembangan daerah sekitarnya,” papar Baharuddin, di Makassar, Kamis (25/8).

Tema Rapat Kerja ke 2 tahun 2016 adalah: “PELINDO IV, HADIR UNTUK NEGERI MEMAJUKAN KAWASAN TIMUR INDONESIA”, dengan sub tema: INOVASI KONEKTIVITAS DAN PENINGKATAN PRODUKTIVITAS MENUJU PERTUMBUHAN PERUSAHAAN MEMBANGUN INDONESIA TIMUR”.

Tema dan sub tema tersebut, sesuai dengan apa yang telah dilakukan Pelindo IV yaitu membuka jalur sistem pengapalan langsung atau direct call dari Kawasan Timur Indonesia (KTI), yang sudah dimulai di Pelabuhan Makassar sejak 5 Desember 2015, menyusul nanti di Pelabuhan Bitung, pelabuhan di Kalimantan dan Pelabuhan Jayapura pada sekitar akhir tahun 2016.

Raker Tahunan ke-2 dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan sekaligus berperan sebagai keynote speaker bertujuan untuk mengkoordinasikan rencana kegiatan untuk mengejar target tahun 2016 yang tinggal beberapa bulan lagi, serta rencana kerja dan anggaran tahun 2017 mendatang.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan dalam keynote speech-nya menyampaikan bahwa Presiden Joko Widodo sudah memerintahkan agar wilayah maritim di Indonesia segera diintegrasikan.

“Kalau sudah terintegrasi, saya yakin pertumbuhan ekonomi, utamanya di Sulawesi Selatan bisa double digit. Asalkan semuanya kompak, antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Pelindo IV dan stakeholder lainnya,” tegasnya.

Apalagi tambah Luhut, biaya transportasi di Indonesia adalah yang paling besar, jika dibandingkan dengan negara lain seperti Jepang. “Kalau bisa, biaya transportasi turun hingga 50% dengan adanya direct call atau sistem ekspor langsung ke luar negeri dari pelabuhan-pelabuhan di Indonesia,” tambah Luhut.

Direktur Utama PT Pelindo IV (Persero) Doso Agung mengungkapkan bahwa hingga Desember nanti Pelindo IV akan membuka 4 koridor untuk ekspor langsung ke luar negeri, yaitu koridor 1 dan 2 di Sulawesi, yaitu Makassar dan Bitung, koridor 3 di Kalimantan yaitu Balikpapan dan Kalimantan Utara, serta koridor 4 di Papua.

Saat ini, untuk koridor 1 sudah dibuka yaitu direct call atau sistem pengapalan langsung ke luar negeri dari Pelabuhan Makassar yang sudah berlangsung sejak 5 Desember 2015.

Di Makassar, selain direct call, Pelindo IV juga menghimpun kargo dari Papua, Kalimantan, Kendari dan Palu. Jika empat koridor ekspor langsung sudah terbuka semuanya, nantinya kargo tidak hanya melalui Makassar, tetapi juga bisa melalui pelabuhan lainnya.

“Rencananya akhir Agustus 2016 Pelindo IV akan membuka direct call dari Pelabuhan Bitung, sebagai koridor 2,” pungkas Doso. (Bayu/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Efek Streamlining DANANTARA bagi SGS Pelindo

Jakarta (Maritimnews) - Pasca merger PT Pelabuhan Indonesia (Persero) pada tahun 2021, penerapan Single Grading…

17 hours ago

Pelindo Makassar dan Australia Jajaki Kerja Sama Maritim

Makassar (Maritimnews) - Konsulat Jenderal Australia di Makassar menjajaki peluang kerja sama maritim dan penguatan…

2 days ago

Pelindo, KSOP, dan Pelni Kolaborasi Salurkan Bantuan untuk NTT

Jakarta (Maritimnews) - Bantuan untuk masyarakat yang terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) dihimpun…

4 days ago

FSP BUMN Bersatu Dukung Program Streamlining Danantara

Jakarta (Maritimnews) - Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN Bersatu mendukung program streamlining atau perampingan struktur…

6 days ago

Say No To IPO; Pelindo Lebih Bermanfaat Tanpa Pasar Modal

Oleh: Siswanto Rusdi, Direktur The National Maritime Institute (Namarin) Daya Anagata Nusantara (Danantara) merencanakan initial…

1 week ago

PTP Nonpetikemas Dorong Peningkatan Kompetensi TKBM di Pelabuhan Panjang

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) memberikan pelatihan dan sertifikasi kepada 10…

2 weeks ago