Categories: TerbaruTokoh

In Memoriam Laksda TNI (Purn) Christina Rantetana, Pejuang Wanita Maritim Indonesia

Laksda TNI (Purn) Christina Rantetana

MNOL, Jakarta – Minggu Malam (31/7/2016), Indonesia kehilangan putri terbaiknya dalam dunia kemaritiman. Laksda TNI (Purn) Christina Rantetan telah menghembuskan nafas terakhir di RSAL Mintoharjo, Jakarta.

Wanita yang menyandang Laksamana Muda (Bintang Dua) pertama di ASEAN ini mengidap penyakit kanker yang sudah dideritanya selama bertahun-tahun. Kendati harus berjuang melawan penyakit itu. Wanita kelahiran Toraja, 24 Juli 1955 ini tetap eksis di bidangnya.

Setelah pension dari matra yang bermotto Jalesveva Jayamahe, Alamrhumah aktif di Dewan Kelauatan Indonesia (Dekin), sempat menjadi Anggota MPR/DPR RI Fraksi ABRI pada tahun 1997 – 2004, dan aktif di Yayasan Dharma Ayu Bahari (YDAB).

Christina adalah perempuan pertama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) yang pernah mengikuti pendidikan Sekolah Staf dan Komando (Sesko) di luar negeri. Dia pendidikan Sesko di Royal Australian Naval Staff Course, Sydney, Australia.

Selain itu, merupakan anggota Kowal pertama yang mengikuti pendidikan strata dua di Tulane Universitas New Orleans, Amerika Serikat. Staf ahli menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Bidang Ideologi dan Konstitusi pertama dari anggota Kowal di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Nama Christina adalah sosok kebanggaan masyarakat Toraja, Sulsel. Dia aktif sebagai pengurus Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI), dan Paguyuban Umat Katolik Toraja (PUKAT) serta Ikatan Keluarga Toraja (IKAT) Jabodetabek.

Dedikasi terakhirnya kepada bangsa dan negara ialah ketika memperjuangkan mati-matian agar Dekin tidak dibubarkan. Men PAN dan RB Yuddy Chrisnandy saat itu berniat akan membubarkan Dekin karena dinilai sebagai lembaga yang tidak produktif dan inefisiensi.

Dengan lantang, Almarhumah menyatakan keberatannya ketika Dekin harus dibubarkan. Dia pun menuding Men PAN dan RB saat itu tidak mengerti sejarah dan perjalanan kemaritiman Indonesia. Kini perjuangannya, tinggal menunggu untuk diteruskan oleh para sahabat dan anak-anak didiknya.

Boleh dibilang kiprahnya dalam dunia maritim Indonesia patut disandingkan dengan nama-nama besar seperti Laksamana Malahayati, Ratu Kalinyamat dan sebagainya. Selamat jalan Laksda TNI (Purn) Christina Rantetana, kehormatan menantimu di alam abadi.

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Pelindo Sosialisasikan Penataan Peta Peran Korporasi

Makassar (Maritimnews) – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo menyosialisasikan penataan peta peran korporasi kepada…

1 day ago

PMT Port Visit melalui Onboarding Budaya Perusahaan

Belawan (Maritimnews) - PT Pelindo Multi Terminal atau PMT memberikan pengalaman awal dunia kerja kepada…

2 days ago

Kebakaran Kontainer di NPCT1 Cepat Dipadamkan, Tidak Ada Korban

Jakarta (Maritimnews) - New Priok Container Terminal One (NPCT1) berhasil menangani kebakaran yang terjadi pada…

3 days ago

Breakfast With Leader Pelindo 4 Hadapi Perubahan Pelabuhan dan Streamlining

Makassar (Maritimnews) – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 memperkuat komunikasi internal dan keterlibatan pegawai…

3 days ago

IPC TPK Raih Dua Penghargaan TOP GRC Awards 2026

Jakarta (Maritimnnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menerima dua penghargaan dalam ajang TOP GRC…

4 days ago

Kinerja Positif IPC TPK Hingga Agustus 2026, Tumbuh 8,37 Persen

Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) kembali mencatatkan tren kinerja operasional yang positif…

4 days ago