Categories: HankamTerbaruTNI AL

KRI Banda Aceh 593 Siap Dukung KJK 2016

Pihak Syahbandar utama Tanjung Priok Jakarta sedang melakukan pemeriksaan terhadap KRI Banda Aceh 593 yang akan melaksanakan Muhibah pelayaran Kartika Jala Krida 2016.

MNOL – Jakarta, KRI Banda Aceh 593, salah satu dari armada milik Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) yang merupakan kapal perang jenis Kapal jenis LPD atau Landing Platform Dock, Selasa (30/8) dicek kesiapannya oleh tim Syah Bandar Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta dalam rangka kesiapannya mendukung taruna Akademi Angkatan Laut yang akan melaksanakan Kartika Jala Krida 2016.

Pihak ‎Syahbandar  Utama Tanjung Priok yang dipimpin Faturrahman, S.H., M.Si. memeriksa laik laut Kapal perang kebanggaan milik TNI AL ini.

Beberapa item yang menjadi fokus pemeriksaan adalah seluruh kelengkapan kapal, seperti misalnya, alat navigasi kapal, ruang kontrol mesin, mesin-mesin, radio komunikasi kapal, alat-alat keselamatan pelayaran, Pemeriksaan alat apung, sekoci penolong dan sebagainya.

KRI Banda Aceh merupakan kapal perang berjenis Landing Platform Dock dengan ukuran panjang 22.004 meter dan lebar 125 meter. Berat kapal ini mencapai 7.286 ton. Kapal perang ini memiliki kecepatan maksimum 15 knot dan memiliki daya angkut sebanyak 344 personel.

Kapal ini juga mampu menampung 5 unit helikopter jenis MI-2 atau Bell 412, 2 unit LCVP, 3 unit meriam Howitzer, dan 20 Tank. Untuk persenjataan perang, kapal ini dilengkapi meriam kaliber 20 mm dan 40 mm.

Menurut Komandan KRI Banda Aceh Letkol Laut (P) Budi Santosa, S.E. persiapan yang dimaksud selain pemeriksaan kelaikan kapal oleh Syah Bandar utama, juga melakukan perawatan kapal yang meliputi pengecatan dimulai dari pengetokan bagian-bagian yang mengalami karat dan  dilanjutkan dengan pengecatan bagian haluan, lambung kanan, lambung kiri kapal sampai dengan buritan.

Lebih lanjut Komandan KRI, mengatakan bahwa persiapan yang dilakukan, tidak hanya pada pengecatan badan kapal (bakap) saja, namun juga persiapan lain antara lain melengkapi dalam penyedian sarana dan prasarana pendukung serta kesiapan pemantapan kondisi teknis KRI. “ Hal ini dimaksudkan agar perjalanan selama Kartika Jala Krida taruna AAL dapat terlaksana dengan aman dan lancar”, ujar Dan KRI.

“Hal perawatan itu penting dalam kita melaksanakan persiapan operasi terutama dari hal-hal terkecil secara detail, sehingga kita mengetahui sampai sejauh mana kekurangan dan kendala-kendala yang akan kita hadapi, terutama pada bagian yang terpenting sampai dengan sarana prasarana pendukung, dalam persiapan mendukung taruna AAL yang akan memulai pelayaran perdananya ke luar negeri”, tandasnya.

A.P Sulistiawan

Redaktur

Share
Published by
A.P Sulistiawan

Recent Posts

Breakfast With Leader Pelindo 4 Hadapi Perubahan Pelabuhan dan Streamlining

Makassar (Maritimnews) – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 memperkuat komunikasi internal dan keterlibatan pegawai…

4 hours ago

IPC TPK Raih Dua Penghargaan TOP GRC Awards 2026

Jakarta (Maritimnnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menerima dua penghargaan dalam ajang TOP GRC…

13 hours ago

Kinerja Positif IPC TPK Hingga Agustus 2026, Tumbuh 8,37 Persen

Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) kembali mencatatkan tren kinerja operasional yang positif…

22 hours ago

TPS Perkuat Komitmen ESG Melalui Konversi Kendaraan Operasional Berbasis Listrik

Surabaya (Maritimnews) – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) terus memperkuat komitmennya terhadap operasional pelabuhan yang…

2 days ago

Masa Depan Pelabuhan Indonesia antara Peluang dan Tantangan

Oleh: Arief Poyuono Komisaris PT Pelindo (Persero) Pelabuhan telah berkembang jauh melampaui sekadar pusat logistik.…

2 days ago

Pelindo Sosialisasikan Layanan Alat Pemindai Petikemas kepada Pelanggan

Surabaya (Maritimnews) – Pelindo menyelenggarakan rangkaian sosialisasi penerapan layanan tambahan berupa alat pemindai petikemas kepada…

3 days ago