Bangun Poros Maritim, Presiden Minta Alumni ITS Kembangkan Sektor Kemaritiman

Foto Bersama – Presiden Jokowi bersama IKA ITS

MNOL, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para alumni Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya mengembangkan sektor kemaritiman untuk mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia.

“Presiden mendorong agar hasil ‘focus group on discusion/FGD’ tentang kemaritiman ditindaklanjuti dan mengarahkan pelaksanaan agenda prioritas seperti infrastruktur, ESDM, industri dan beberapa hal terkait poros maritim ini,” kata Ketua Ikatan Alumni (IKA) ITS, Dwi Soetjipto usai pertemuan dengan Presiden Jokowi di Istana Merdeka Jakarta, Selasa, (1/11/16).

Dia juga menyebutkan dalam pertemuan Presiden Jokowi dengan pengurus IKA ITS, dirinya melaporkan hasil FGD dengan tema Indonesia menjadi poros maritim dunia yang mandiri, maju dan kuat.

“Presiden mendorong agar itu ditindaklanjuti dan kemudian mengarahkan prioritas pelaksanaan pada infrastruktur, ESDM dan industri serta inovasi terkait poros maritim dunia,” tambahnya.

Dalam pertemuan itu, juga didiskusikan upaya untuk menumbuhkan perusahaan yang bergerak di industri kemaritiman, agar ke depan masyarakat dapat memperoleh pekerjaan lebih mudah di sektor itu.

Dwi menyebutkan sebagai tindak lanjut dari FGD itu, dalam waktu dekat akan digelar sarasehan bertema mencapai kemandirian energi dan poros maritim dunia untuk kemandirian bangsa.

“Ini juga dalam rangka Dies Natalis ITS pada November ini,” kata Dwi yang juga Dirut PT Pertamina Persero.

Lebih lanjut, Dwi mengungkapkan dalam pertemuan dengan Presiden Jokowi, IKA ITS menyampaikan lima item terkait pengembangan sektor kemaritiman di Indonesia.

“Pertama, perlu penetapan strategi pengembangan industri maritim yang didukung dengan informasi cuaca, persebaran ikan dan lainnya,” ujarnya.

Sambungnya yang kedua, penguatan transportasi laut dalam rangka distribusi produk dari produsen ke konsumen. Perlu diperbanyak kapal barang seperti kapal pengangkut ternak.

Ketiga, perlu pengembangan kapasitas industri pariwisata di Indonesia, terutama wisata bahari. Kemudian yang keempat, perlu pengembangan eksplorasi migas di laut dengan dorongan dan dukungan pemerintah melalui sejumlah insentif.

“Kelima, perlu diperkuat industri berbasis maritim di wilayah sekitar perbatasan sebagai pengembangan kawasan itu dan untuk mendekatkan dengan pasar ekspor,” pungkas Dwi Soetjipto.

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Vessel Operational Disruption; Kapan Pengalihan Kapal Menjadi Pilihan Tepat

Oleh: SAFUAN - Doctor in Management Science Gangguan operasional merupakan salah satu risiko yang tidak…

7 hours ago

Dukung Asta Cita dan SDGs, IPC TPK Perkuat Kebersihan Palembang

Palembang (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) melanjutkan komitmen keberlanjutan dan kepedulian terhadap lingkungan…

1 day ago

IPC TPK Dukung Rehabilitasi Mangrove Nasional bersama The North Green Movement

Jakarta (Maritimnews) - Mangrove memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, antara lain sebagai…

1 day ago

IPC TPK Paparkan Kinerja Operasional Real Time kepada Bappenas RI

Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menerima kunjungan lapangan dari Badan Perencanaan Pembangunan…

1 day ago

Hari Pelanggan Nasional 2026, IPC TPK Pontianak Perkuat Sinergi dikondisi Karhutla

Pontianak (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Terminal Pontianak memperingati Hari Pelanggan Nasional 2026…

1 day ago

Proses Transisi Operasional, TPK Koja Apresiasi Trucking

Jakarta (Maritimnews) - Terminal Petikemas (TPK) Koja mengapresiasi kesabaran para pengemudi truk dan seluruh pengguna…

2 days ago