Dukung Pergerakan Pasukan, KRI Teluk Lampung 540 Angkut Personel Yonif 726

KRI Teluk Lampung 540 sedang melaksanakan embarkasi dan debarkasi pasukan Yonif 726/Tamalatea.

MNOL-Makassar, KRI Teluk Lampung 540 yang dikomandani Mayor Laut (P) Yusup Yanto, M. Tr (Hanla) melaksanakan embarkasi dan debarkasi  pasukan Batalyon Infanteri 726/Tamalatea di Dermaga Layang Lantamal VI Makasar, Selasa (22/11).

Kapal perang jenis Landing Ship Tank (LST) ini sandar di Dermaga Layang Lantamal VI Makasar sejak Sabtu (19/11).

KRI Teluk Lampung 540 memberikan dukungan angkutan laut untuk pergeseran pasukan dan kendaraan tempur Batalyon Infanteri 726/Tamalatea dalam rangka Operasi Pengamanan Daerah Rawan (Pamrahwan) Maluku/Maluku Utara tahun 2016.

Kapal perang yang berangkat dari Satlinlamil Surabaya ini mengangkut personil dari Ambon 315 orang personil yang membawa perlengkapan ransel 315, Senjata SS1 V1 293 pucuk dan Senjata SO Minimi 22 pucuk. Kemudian dari Ternate sebanyak 147 personil, Senjata SS1 V1 135 Pucuk dan SO Minimi 12 pucuk. Sedangkan dari Morotai 38 orang personel, 38 buah ransel, Senjata SS1 V1 sebanyak 35 pucuk dan Senjata SO Minimi 3 pucuk.

KRI Teluk Lampung-540 merupakan kapal kesepuluh dari kapal perang jenis kapal pendarat kelas Teluk Gilimanuk. Dinamai menurut nama sebuah teluk di Lampung. KRI Teluk Lampung memiliki berat 1,900 ton. Dengan dimensi 90,70 meter x 11,12 meter x 3,4 meter. Ditenagai oleh 2 mesin diesel, 2 shaft dan mampu menghasilkan 12,000 bhp yang sanggup mendorong kapal hingga kecepatan 18 knot.

Diawaki oleh maksimal 42 pelaut, mampu mengangkut kargo hingga seberat 600 ton. Sebagai armada pendarat dan pengangkut logistik, KRI Teluk Lampung dibekali senjata pertahanan diri berupa kanon laras ganda kaliber 37 mm Model 1939,  1 Meriam Bofors 40/70 berkaliber 40 mm dengan kecepatan tembakan 120-160 rpm, jangkauan 10 Km untuk target permukaan terbatas dan target udara dan  2  kanon laras ganda kaliber 25 mm. KRI ini juga diperlengkapi radar MR-302/Strut Curve Air/Surface Search.

KRI Teluk Lampung dibangun oleh VEB Peenewerft, Wolgast, Jerman Timur pada tahun 1979 untuk Angkatan Laut Jerman Timur dengan nomor lambung 636. Kapal berjenis Frosch-I/Type 108 ini masuk armada pada tahun 1994.

KRI Teluk Lampung LST jenis Frosch setelah melakukan embarkasi pasukan dan ranpur serta bekal ulang, segera berlayar menuju daerah operasi Maluku Utara setelah dilepas dalam upacara pelepasan yang dihadiri seluruh pejabat TNI/Polri dan pemerintah daerah Sulawesi Selatan.

A.P Sulistiawan

Redaktur

Share
Published by
A.P Sulistiawan

Recent Posts

FSP BUMN Bersatu Dukung Program Streamlining Danantara

Jakarta (Maritimnews) - Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN Bersatu mendukung program streamlining atau perampingan struktur…

7 minutes ago

Say No To IPO; Pelindo Lebih Bermanfaat Tanpa Pasar Modal

Oleh: Siswanto Rusdi, Direktur The National Maritime Institute (Namarin) Daya Anagata Nusantara (Danantara) merencanakan initial…

24 hours ago

PTP Nonpetikemas Dorong Peningkatan Kompetensi TKBM di Pelabuhan Panjang

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) memberikan pelatihan dan sertifikasi kepada 10…

1 week ago

DANANTARA dan Tugas Sejarah Transformasi Ekonomi Nasional Bagi Keadilan Sosial Rakyat

Oleh: Arief Poyuono, SE, M.Kom Indonesia sedang memasuki sebuah fase penting dalam perjalanan ekonomi nasional.…

1 week ago

Uji Emisi di Tanjung Priok, Pelindo Ajak Ekosistem Pelabuhan Jaga Lingkungan

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mendorong kolaborasi pengendalian emisi kendaraan di…

2 weeks ago

Sosialisasi Perkuat Ekosistem Vendor Pelindo Regional 4

Makassar (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memperkuat ekosistem vendor di wilayah Regional…

2 weeks ago