Ilustrasi
Oleh: Mbah Liem*
Siapa yang berkuasa di Indonesia? Presiden RI? Bukan,
Megawati? Bukan,
Prabowo? Bukan,
SBY? Juga bukan.
Menjelang Sandyakalaning Indonesia di ujung abad-21 saat rakyat disibukkan akan menjadi bulan-bulanan agenda-agenda besar yang sedang merancang dan akan menerapkan keserahkahannya dalam negeri yang baik, negeri yang baldatun thayyibatun, negeri peninggalan Atlantis, sebuah negeri kososng negeri yang pernah terjadi sumber banjir dahsyat, dan negeri yang dipenuhi para Hyang baik rencana besar iblis yang menjulur menggunakan tubuh dan hati rakyat Indonesia. Semakin hari semakin menunjukkan kasat mata siapa sebenarnya yang berkuasa dan bermain di Indonesia. Namun masih untunglah “Bejo Bejane Sing Lali Luweh Bejo Sing Eleng Lan Waspodo.”
Inilah yang berduel di Indonesia yang sedang melancarkan aksinya, berada dimanakah posisi anda? Anda sendiri yang tahu;
Kekuatan Yahudi beserta antek-anteknya
Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab itu: “Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar.” Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama dari kedua (kejahatan) itu, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan yang besar, lalu mereka merajalela di kampung-kampung, dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana. Kemudian Kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka kembali dan Kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak dan Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar. Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri. Dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam Masjid itu (Al Aqsha), sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai. (SuratAl Israa: 4-7).
Konferensi Zionis pertama di Swiss pada tahun 1897 yang dipimpin oleh Theodor Herzl merupakan titik awal perubahan terpenting. Dalam kesempatan itu, masyarakat Yahudi mendiskusikan bahwa cita-cita mendirikan negara Israel Raya tidak akan terwujud tanpa pengubahan atas media massa. Realisasinya, rencana- rencana bidang publisistik, mereka tuangkan dalam Rencana Kerja Pemimpin- pemimpin Zionis nomor 12 berikut ini.
Jika suatu saat orang-orang tersebut menunjukkan gejala-gejala tidak setia, skandal-skandalnya akan dibongkar. Hal itu sekaligus merupakan pelajaran bagi yang lainnya. (Tentang bagaimana Yahudi merusak sejarah dan moral bangsa Indonesia baca selengkapnya di buku karya Letkol Laut (P) Salim, “RAKYAT MENGGUGAT, Jalan Terjal Menuju Peradaban Maritim”).
Antek-antek Yahudi bersama Amerika dan negara lain yang bersekutu dengannya termasuk juga Arab Saudi yang merupakan aliansinya. Lihat saat ini siapa sebenarnya yang menyebarkan fitnah kepada masyarakat, kekuatan besar itu sengaja membenturkan umat Islam Indonesia? Mari berfikir jernih, kita tinggal di negeri Indonesia yang Berbhineka Tunggal Ika.
Kekuatan China
Semua orang pada tahu kenapa tidak bergerak? Mari kita melawan lupa. Orang china yang tinggal di Indonesia jumlahnya 15 juta jiwa (2014). Jumlah tersebut merupakan populasi China terbesar di luar RRC dan Taiwan. Negara asal orang cina. Sejarah orang Cina di Indonesia secara politik dimulai ketika VOC berjaya di Batavia (1601-1799). Tepatnya dimulai pada 1701 hingga 1730. Saat jaman keemasan VOC, orang Cina dibawa ke Jakarta (Batavia) untuk jadi kuli, budak dan buruh. Jakarta jadi tujuan utama. Pada 1730 jumlah Cina di Jakarta sudah 25% populasinya.
Ketika bisnis VOC menurun, marak kejahatan dari komunitas Jakarta. VOC pulangkan Cina ke Srilangka tempat asal mayoritas Cina Jakarta sebelumnya. Cina yang datang diusir. Tidak boleh masuk Jakarta. Cina marah. Cina menyerang pusat kota Jakarta membunuh ratusan pribumi dan Belanda. Membakar puluhan rumah pribumi. Belanda dan pribumi marah. Belanda dan pribumi balas menyerang Cina.
Sekitar 10 ribu Cina dibunuh, sebagian mayatnya dibuang ke kali yang sekarang dikenal dengan nama Kali Angke. Ratusan Cina dieksekusi di lapangan yang sekarang dikenal dengan nama Lapangan Monas. Sisa orang Cina yang selamat dilokalisasi di Glodok.
Sampai akhirnya penulis tidak jelaskan sampai dengan awal kemerdekaan, posisi Cina dipertahankan jadi pemasok kebutuhan pokok rakyat. Pemerintah dorong pribumi ganti posisi Cina. Gagal.kondisi ini sampai 1960.
Lalu terbit PP No. 10 yang intinya Cina RI disuruh milih jadi WNI atau WN RRC dan dilarang bisnis di pedesaan. Saat itu, 2.5 juta Cina di RI, 500 ribu menolak jadi WNI dan balik ke negerinya. Kerusuhan etnis banyak terjadi terutama di Sumut dan Jateng sampai dengan Pemberontakan G30 S PKI di mana Baperki dan RRC terlibat mengubah peta politik Cina di Indonesia.
Lalu terjadi perubahan besar peta politik cina di Indonesia yang akan semakin menampakkan taringnya melewati berbagai amandemen UUD 1945 dan Perundangan yang menguntungkan pengusaha Asing khususnya China. Kini China telah menempatkan tokoh-tokohnya yang kebal apapun? Tidak percaya lihat saja ending dari Pilkada DKI nantinya.
Kekuatan internal yang ingin menjatuhkan Presiden
Sebenarnya juga nampak jelas namun pertanyaannya kenapa kok belum diproses hukum? Kenapa kok tidak berani karena bukti sudah kelihatan bahkan rakyat yang bodoh sekalipun tahu akan keterlibatan dalam korupsi dan kepentingan pribadi maupun kelompoknya. Haus kekuasan tidak membuatnya berhenti namun benih dendam antar pimpinan dan kebijakan menyulut hati yang hampa karena hanya hatinya telah terpenuhi dengan indahnya kursi mahligai Istana. Seakan-akan tertutupi dengan perjuangan membela rakyat. Akan tetapi rakyat yang mana?
Kekuatan Presiden RI
Secara kasat mata memang yang berkuasa saat ini adalah Presiden RI akan tetapi permasalahan yang terjadi yang harus dihadapi adalah pengaruh ekternal dan Internal Indonesia sehingga roda pemerintahan berjalan hanya mengurusi kekuatan 1, 2 dan 3 tersebut di atas. Lagi-lagi rakyat hanya jadi penonton yang pada akhirnya rakyat pun akan terpecah akan memasuki pusaran kekuatan yang secara alamiah akan bertiup searah angin yang membawanya. Umpatan dan makian kepada seorang Presiden tak juga kunjung redah yang semestinya Presiden sebagai simbul Negara. Bila kita jernih berfikir “ jadi Lurah saja belum tentu rakyat memilih anda, apalagi menjadi seorang Presiden, MIKIR!!!!!.
Kekuatan Iblis.
Kekuatan ini hanya sebagai pengacau dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ini terjadi pada instansi-instansi sipil maupun militer yang telah memiliki dan menempatkan orang-orangnya untuk kepentingangan kelompok maupun tujuan kekuasaan pribadinya. Kekuatan ini saling berbenturan dan saling membunuh karakter tak berkesudahan. Kekuatan ini secara tidak langsung akan mempengaruhi kekuatan lain sebagai penghambat menuju tatanan yang telah ditetapkan oleh Sang Pencipta. Tetapi harus diingat siapa yang akan menabur akan menuai, siapa yang memulai dengan kebaikan pasti di akhirnya akan mendapatkan kebaikan pula.
Kekuatan Rakyat yang dihatinya bersemayam Tuhan Yang Maha Kuasa
Katakanlah: “Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Surat Ali ‘Imran Ayat 26)
Lahirnya negeri ini yang diberi Indonesia dengan satu kesatuan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 serta kebhinekaannya merupakan kesatuan integral yang telah Tuhan ciptakan tidak hanya untuk mensejahterakan rakyatnya akan tetapi sebagai penyeimrakanbang perdamaian Dunia. Saat ini ibarat awan gelap menyelimuti negeri yang merupakan bekas Nuhsantara, negeri Surga yang mengundang nafsu iblis untuk menguasai, mengeruk kekayaan bahkan untuk memusnakannya.
Tapi ingat, “Orang tidak dapat mengabdi kepada Tuhan dengan tidak mengabdi kepada sesama manusia. Tuhan bersemayam di gubuknya si miskin.” (Soekarno, 1947).
Di hati si miskinlah dan yang penuh penderitaan akibat pongah bangsanya sendiri. Tuhan Bersemanyam setelah kemerdekaan dengan menanamkan dan menancapkan jiwa semangat pejuang leluhurnya, semangat untuk menjaga NKRI dengan memegang teguh Pancasila dan UUD 1945. Inilah jiwa jiwa yang akan menyelamatkan bangsa ini untuk menuju bangsa sesuai yang dicita-citakan bersama melalui tatanan dunia baru dengan kekuatan yang menyatu jiwa, Alam dan Sang Pencipta.
Masuk golongan yang manakah anda? Jika anda masih memiliki jiwa Pancasila dan UUD 1945 yang asli dan kebaikan anda masih muncul maka Tuhan akan menyatukan dalam suatu perjuangan.
Tak usah koar-koar atau nyinyir karena sejatinya Iblis atau jiwa kebaikan manusianya yang akan timbul dalam diri anda.
Selamat Berjuang!!
*Penulis adalah masyarakat, pemerhati kebangsaan
Jakarta (Maritimnews) - Keluarga Besar Federasi Serikat Pekerja (FSP BUMN Bersatu) berdukacita atas kejadian tabrakan…
Jakarta (Maritimnews) - Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia (ABUPI) menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada…
Makassar (Maritimnews) - Peluang kolaborasi internasional di sektor kepelabuhanan dan kawasan industri semakin terbuka setelah…
Makassar (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk memperkuat sinergi…
Bandar Lampung (Maritimnews) - IPC Terminal Peti Kemas (IPC TPK) area Panjang berhasil menjaga produktivitas…
Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) melalui Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) konsisten…