Sinergiskan dengan Kebijakan IMO, PT BKI turut Ambil Peranan dalam Pertemuan ACS di Busan

Foto Bersama – Delegasi BKI dalam pertemuan ACS di Busan, Korea Selatan

MNOL, Jakarta – Pada pertemuan Asian Classification Society (ACS), PT Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) selaku perwakilan dari Indonesia sekaligus salah satu pendiri turut ambil bagian dalam event yang digelar di Busan, Korea, 16 – 18 November 2016 tersebut.

PT BKI yang dihadiri oleh Direktur Utama Rudiyanto didampingi oleh Sekretaris Perusahaan Sjaufuddin Widjaja serta Ketua Majelis BKI, Laksmana TNI (Purn) Marsetio, memberikan masukan-masukan yang cukup signifikan untuk perjalanan ACS ke depannya.

Dalam pertemuan Executive Commite Meeting yang ke-24 di tahun 2016 ini, banyak agenda yang akan disusun oleh ACS, diantaranya mengenai sinkronisasi terhadap kebijakan Internatioal Maritime Organization (IMO) terkait klasifikasi.

“Salah satunya adalah pembahasan untuk melakukan new applicant dari SCM Malaysia (Klasifikasi asal Malaysia dan ICS dari Iran. Kemudian para delegasi juga membahas policy ke depan terkait posisi ACS terhadap kebijakan IMO,” ungkap Dirut BKI, Rudiyanto melalui pesan singkatnya yang diterima maritmnews, Kamis, (17/11/16).

Selanjutnya dalam pertemuan itu, PT BKI juga melakukan diskusi dengan Asian Shiponewer Association (ASA) dan Asian Shipbuilers’ Expert Federation (ASEF) guna membahas soal masalah teknis klasifikasi yang dibutuhkan dalam dunia pelayaran di Asia.

“Agenda-agenda teknis itu membutuhkan atensi dan approval dari Executive Commite ACS agar terus terjalin sinergitas dan kesinambungan kebijakan,” terang Rudiyanto.

Pada pertemuan Executive Commite tersebut terpilih Mr. Arun Sharma dari IRS India yang menjadi Ketua periode 2016-2017. Dalam sejarahnya, Tambah Rudiyanto, BKI turut mendirikan ACS sebagai upaya penguatan eksistensi BKI di dunia Klasifikasi Asia.

“Hal itu juga sebagai bagian dari Roadmap to IACS (International Association of Classification Society-red)  yang kini tengah dijalani oleh BKI. Kita tentu mengharapkan dukungan dari semua pihak,” pungkasnya.

Pada 1 November 2016 lalu, BKI telah dinyatakan dalam posisi “applicant status”, yang artinya aplikasi BKI telah memenuhi persyaratan Tahap I. Selanjutnya, BKI akan menempuh pengujian pada tahap-tahap berikutnya untuk menjadi anggota IACS. (Tan/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Geliat IPC TPK Panjang Dukung Ekspor Provinsi Lampung

Bandar Lampung (Maritimnews) - PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) area Panjang semakin memperkuat perannya…

2 days ago

Sasar Generasi Muda Jakarta Utara, IPC TPK Kenalkan Industri Peti Kemas

Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menyelenggarakan program tanggung jawab sosial perusahaan bertajuk…

4 days ago

Laba Bersih Kopkar TPK Koja Tahun Buku 2025 Meningkat 132%

Jakarta (Maritimnews) - Koperasi Karyawan (Kopkar) TPK Koja menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku…

4 days ago

INSA Jaya Gelar RAC Ke XVIII, Andi Patonangi Ketua Masa Bakti 2026 – 2031

Jakarta (Maritimnews) - Setelah menjabat pengurus antar waktu (PAW), Andi S Patonangi ditetapkan secara aklamasi…

7 days ago

RUPST Pelindo 2025: Kontribusi ke Negara Rp7,81 Triliun

Jakarta (Maritimnews) – Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 PT Pelabuhan…

1 week ago

IPC TPK Jambi Dukung Ekspor 19,2 Ton Kopi Kerinci ke Mesir

Jambi (Maritimnews) - Dalam rangka mendukung kelancaran ekspor kopi robusta asal Kerinci ke negara Mesir…

1 week ago