Categories: Pelabuhan

TKBM Pelabuhan Tanjung Priok Mencari Keadilan, Portir Embarkasi/Debarkasi Tanggung Jawab Siapa?

     Jakarta-Sampai sejauh ini keberadaan buruh angkut (portir) di Terminal Penumpang kapal Pelni pelabuhan Tanjung Priok masih mengambang, siapa yang membina buruh tersebut, belum ada kejelasan. Bila mengacu SKB (2 Dirjen dan 1 Deputy) bulan Desember tahun 2011 maka pembinaan oleh Ditjen Perhubungan Laut seperti pembinaan tenaga kerja bongkar muat lainnya. Sebab portir embarkasi/debarkasi yang bekerja di Terminal Penumpang notabene adalah anggota koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) KS Pelabuhan Tanjung Priok.
     Koperasi TKBM KS tetap berupaya untuk mendapat keadilan dari pihak PT Pelni maupun Terminal Penumpang dalam hal ini PT Pelabuhan Indonesia II/IPC. “Kami mencari keadilan bagi tenaga kerja yang disebut portir ketika melakukan kegiatan mengangkut barang penumpang di terminal penumpang pelabuhan Tanjung Priok. Mereka adalah anggota TKBM juga yang selalu menerima hak-haknya dari Koperasi selaku wadah pekerja,” jelas Suparman Ketua Koperasi TKBM KS Pelabuhan Tanjung Priok didampingi Sekretaris Soeparmin kepada Maritimnews, Selasa (27/12).
     Suparman menegaskan, permasalahan telah terjadi selama bertahun-tahun di Terminal Penumpang pelabuhan Tanjung Priok bahwa TKBM Embarkasi/Debarkasi bekerja tidak ada instansi yang bertanggung jawab membayar anvragh kerja. Baru-baru ini pihak Koperasi TKBM telah melayangkan surat nomor th.360/p.tpk/21/021/2016 tanggal 13 Desember 2016 yang ditujukan kepada Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok. “Namun belum ada balasan dari Kepala Otoritas Pelabuhan,” ujarnya.
    Dalam surat serta notulen sosialisasi TKBM dengan PT Pelni Tanjung Priok tercatat, pihak Koperasi TKBM KS berharap PT Pelni mau bertanggung jawab melakukan permintaan anvragh kepada pihak Koperasi setiap kegiatan embarkasi maupun debarkasi di Terminal Penumpang pelabuhan Tanjung Priok. Namun permintaan ditolak PT Pelni cabang Tanjung Priok dengan alasan Pelayaran bukan Perusahaan Bongkar Muat (PBM). Sementara dari PT SBN (anak perusahaan Pelni) menyebutkan bahwa pihaknya telah membayar uang per penumpang sebesar Rp 11 ribu ke Pelindo II.
     “Kami selaku wadah para TKBM sangat memperhatikan kesejahteraan anggota, termasuk portir anggota saya yang bekerja pada embarkasi dan debarkasi di terminal penumpang, kami selalu memberikan hak-hak mereka tanpa terkecuali. Kini kami meminta keadilan, mana hak pekerja yang seharusnya ikut menjadi tanggung jawab PT Pelni dengan membayar uang HIK (dana kesejahteraan buruh). Koperasi TKBM KS berharap solusi dari pihak Otoritas Pelabuhan agar permasalahan tidak berlarut-larut tanpa kepastian,” tandas Suparman. (Bayu/MN)
maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Satu Dekade NPCT 1, Kapasitas Hampir Penuh

Jakarta (Maritimnews) - New Priok Container Terminal One (NPCT1) baru saja merayakan satu dekade operasional…

21 minutes ago

Pelindo FC Harumkan Indonesia, Juara FIFCO World Corporate Champions Cup 2026 di Turki

Antalya, Turki (Maritimnews) - Perhelatan FIFCO World Corporate Champions Cup 2026 merupakan kompetisi minisoccer korporasi…

6 hours ago

Transformasi SDM Pelindo; Dari Pola Kedaerahan Menuju Standar Global

Jakarta (Maritimnews) - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau DANANTARA memutuskan, PT Pelabuhan Indonesia…

24 hours ago

OBITUARI | David Sirait, Sang Pekerja Pelabuhan yang Percaya pada Kekuatan Tim: DO YOUR BEST, LET GOD DO THE REST

oleh: Karnali Faisal (Penasehat FORWAMI) Ada orang yang meninggalkan jejak melalui jabatan yang pernah didudukinya.…

1 day ago

IPCC Perkuat Strategi Integrated Auto Solutions

Jakarta (Maritimnews) - PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IDX: IPCC), anak usaha PT Pelindo Multi…

3 days ago

Kemenko Infra Kunjungi TPS, Tinjau Konektivitas Maritim dan Multimoda di Tanjung Perak

Surabaya (Maritimnews) – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) menerima kunjungan kerja Balkis Kusumawati, Asisten Deputi…

3 days ago