Sestama Bakamla RI, Laksda TNI Agus Setiadji, S.A.P., sedang melakukan inspeksi dilakukan pengecekan pada peralatan AIS, LRC dan radio Global Maritime Distress and Safety System, di Kepulauan Natuna (25/2).
MNOL, Jakarta – Sekretaris Utama Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Sestama Bakamla RI) Laksda TNI Agus Setiadji, S.A.P., didampingi Kepala Kantor Kamla Zona Maritim Barat Laksma TNI Prasetyo, S.Pi., M.Tr (Han)., melaksanakan inspeksi dan peninjauan terkait kondisi sumber daya Bakamla RI dari sisi personel dan sarana prasarana di Stasiun Pemantauan Keamanan dan Keselamatan Laut (SPKKL) Natuna, Prov. Kepulauan Riau, Sabtu (25/2).
Dalam inspeksi tersebut, dilakukan pengecekan pada peralatan Automatic Identification System (AIS), Long Range Camera (LRC), dan radio Global Maritime Distress and Safety System yang selama ini telah mendukung proses pemantauan perairan Natuna oleh SPKKL Natuna, serta pengecekan backbone yang sedang dalam proses pengerjaan.
Peninjauan atas kesiapan sarana pemantauan perairan yang berada di SPKKL Natuna penting dilakukan mengingat proses pengawasan terhadap kapal-kapal yang melintas di sekitar Kepulauan Natuna dengan menggunakan Sistem Pendeteksi Dini Bakamla RI harus terus berjalan agar keamanan di sekitar wilayah tersebut tetap terpantau. Kejahatan illegal fishing yang dilakukan oleh kapal-kapal ikan asing berbendera Vietnam dan Malaysia telah banyak ditemui dan diamankan melalui Operasi Nusantara Bakamla RI, belum lagi permasalahan nelayan Tiongkok yang dilindungi oleh aparat saat melakukan pencurian ikan diwilayah Natuna yang bersinggungan dengan Laut China Selatan.
Dengan segala potensi permasalahan yang ada di perairan Natuna, maka sarana prasarana yang ada harus dapat dioperasikan dengan benar dan sumber daya manusia yang dimiliki oleh SPKKL Natuna harus memiliki penguasaan yang menyeluruh terhadap peralatan yang ada. Dengan dilaksanakannya peninjauan oleh pimpinan Bakamla RI secara langsung diharapkan dapat diambil respon atau tindakan yang cepat terhadap kendala dan permasalahan yang ditemui. (Trianda Surbakti/MN)
Oleh : Dr. Dayan Hakim NS* Perusahaan pelayaran saat ini tengah menghadapi kewajiban untuk menyusun…
Jakarta (Maritimnews) - Kunjungan Mahasiswa dan Mahasiswi Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Indonesia (UI) ke…
Pontianak (Maritimnews) - Dukungan perusahaan IPC Terminal Petikemas terhadap Asta Cita ke-4 Pemerintah Republik Indonesia…
Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Area Teluk Bayur bersama PT Pelabuhan Tanjung…
Jambi (Maritimnews) - Indonesia adalah produsen dan eksportir utama kayu manis global, menguasai sekitar 41%…
Dwelling time yang masih jauh di atas standar internasional bukan sekadar masalah teknis kepelabuhanan —…