Foto Bersama - Para delegasi negara-negara peserta KTT IORA di JCC
Oleh: Efraim Anugerah Yusuf Rompon
MNOL, IORA atau Indian Ocean Rim Association merupakan forum regional yang beranggotakan 21 negara, di mana negara–negara tersebut berada di kawasan Samudera Hindia. Selain kesamaan dalam sudut pandang geografis, IORA juga terinisiasi oleh kesamaan visi dalam pembangunan yang berkelanjutan dengan cara menjaga terciptanya stabilitas di kawasan tersebut.
Visi ini dapat terlihat dari pilar-pilar pondasi pembentukan IORA yang mencakup ekonomi, keamanan dan keselamatan kemaritiman, serta pendidikan dan kebudayaan.
Sebagai sebuah forum pemersatu negara-negara di Samudera Hindia, IORA sangat sadar akan pentingnya peranan kawasan untuk menjaga stabilitas dan menjadi motor dalam pertumbuhan perekonomian global. Untuk itu IORA memiliki tujuan meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan juga seimbang bagi seluruh negara yang menjadi anggotanya, serta menciptakan landasan yang kuat bagi kerja sama ekonomi regional melalui upaya peningkatan fasilitas perdagangan yang harus aktif dalam menghilangkan berbagai hambatan-hambatan yang ada .
Peranan Samudera Hindia
Samudera Hindia yang menjadi latar belakang terbentuknya IORA, memiliki beberapa catatan menarik di mana kawasan ini tercatat mengandung 20% dari total perdagangan dunia, dan juga tercatat lebih kurang 70% pengangkutan minyak dunia melalui kawasan ini. Hal ini tidak dapat dilepaskan dari fakta bahwa bentangan laut Samudera Hindia merupakan kumpulan air terbesar ketiga di dunia yang meliputi sekitar 20% permukaan air bumi dengan luas lebih kurang 68.556 juta km², dengan pesisir pantai sepanjang 66.526 km.
Sebagai salah satu jalur penting dalam perdagangan dunia saat ini, tercatat bahwa Samudera Hindia telah digunakan sebagai jalur perdagangan strategis sejak dulu, tatkala Asia masih didominasi kerajaan – kerajaan yang berwawasan maritim, seperti Dinasti Fatimiddi di Laut Merah, Dinasti Chola di India Selatan, Dinasti Syailendra di Asia Tenggara, dan Dinasti Song di Tiongkok.
Selain itu, kawasan ini juga menjadi jalur pelayaran imperialis kolonialisme bangsa Eropa di Asia. Hiruk pikuk perdagangan yang melewati Samudera Hindia tidak lepas akan sumber daya alam yang dimilki negara-negara di kawasan ini, dan tentu saja disokong oleh beberapa kota pelabuhan besar di dunia yang terdapat di sepanjang pantai negara–negara di kawasan ini, seperti Calcuta (India), Mumbai (india), Chenai (Madras; India), Colombo (Sri Lanka), Durban (Afrika Selatan), Jakarta (Indoneisa), Karachi (Pakistan), Fremantle (Australia), dan Teluk Richards (Afrika Selatan).
Suksesor Poros Maritim
Kepemimpinan IORA pada saat ini, di mana Indonesia dipercaya sebagai ketua mulai 2015 hingga 2017, membawa tema “Strengthening Maritime Cooperation for a Paceful, stable, and Properous Indian Ocean” yang diharapkan dapat menjadi panggung politik luar negeri Indonesia dalam menyampaikan dan mengokohkan visi besar Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia, serta menunjukan sikap kepemimpinan di kawasan ini maupun seluruh dunia .
Selain itu keaktifan Indonesia di IORA dapat memangkas beberapa hambatan dalam membangun visi besar tersebut, yang tentunya dengan cara meningkatkan kerja sama yang bersifat saling menguntungkan dan berkelanjutan.
KTT IORA yang dilaksanakan pada tanggal 5-7 Maret 2017 harus menjadi festival kampanye pemberlakuan Hukum Laut Internasional tahun 1982 (UNCLOS) yang dirasa sangat mendesak dalam mendukung stabilitas dan meredam konflik antar negara yang dewasa ini terjadi akibat persengketaan batas wilayah, seperti yang terjadi di Laut Tiongkok Selatan.
Penulis adalah Wakil direktur MARIN NUSANTARA (Maritime Research Institute Nusantara), Indoneisa Representative Rhodium Resources Pte Ltd.
Surabaya (Maritimnews) - PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) meluruskan kabar adanya antrean kapal hingga 6…
Jakarta (Maritimnews) - Kegiatan rutin donor darah sebagai bentuk komitmen sosial perusahaan atau TJSL (Tanggung…
Palembang (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Palembang mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun 2025,…
Makassar (Maritimnews) - Dalam rangka meningkatkan pemahaman tentang pengelolaan keuangan sejak dini, khususnya bagi para…
Jakarta (Maritimnews) - Meningkatnya kolaborasi lintas pemangku kepentingan di Port of Tanjung Priok berdampak positif,…
Pontianak (Maritimnews) - Seiring menguatnya aktivitas perdagangan dan distribusi barang di Provinsi Kalimantan Barat, IPC…