Categories: HLOpiniTerbaru

Menguak Tabir Munculnya Kapal Induk Amerika Serikat di Selat Sunda

Oleh Labib Syarief, S.Sos*

Kapal Induk milik US Navy bernama USS Carlon Vinson

MN – Pada 8 April 2017, Laksamana Harry Harris, Komandan AS untuk wilayah Pasifik mengumumkan bahwa kapal induk USS Carl Vinson, serta tiga kapal pengawalnya yaitu dua kapal perusak, dan satu kapal penjelajah, diperintahkan untuk berlayar keutara dari Singapura menuju Pasifik Barat. Perintah tersebut berkaitan langsung dengan Korea Utara. Hal ini dijelaskan oleh Juru Bicara Komandan AS untuk wilayah Pasifik, bahwa pengiriman kapal induk tersebut berhubungan dengan “ancaman nomor satu di kawasan ini”, yaitu Korea Utara.

Bahkan Jubir Komandan AS untuk wilayah Pasifik tersebut juga menekankan bahwa “program uji coba rudal (Korut, merupakan tindakan) sembrono, tidak bertanggung jawab, (membuat) ketidakstabilan, serta mengejar kemampuan senjata nuklir.” Sebagai respon, AS mengirim kapal induk Carl Vinson ke wilayah Pasifik Barat. Dimana menurut pejabat AS, seperti yang dikutip oleh media AS,kapal induk Carl  Vinson secara spesifik menuju Laut Jepang,  atau biasa dikenal Laut Timur.

Menteri Pertahanan AS, Jim Mattis, pada 10 April 2017,menegaskan bahwa “(kapal induk Carl Vinson) dalam (pelayaran) menuju kesana”. Bahkan pengiriman kapal induk Carl Vinson juga diperkuat dengan pernyataan Presiden Trump, bahwa kami (AS) sedang mengirimkan armada, sangat kuat” dalam wawancara dengan Fox News pada 11 April 2017. Dengan demikian, pengiriman kapal induk Carl Vinson berkaitan langsung dengan program uji coba rudal Korea Utara.

Tetapi kabar mengejutkan terjadi seminggu setelah perintah pemerintah AS terhadap kapal induk Carl Vinson, yaitu pada 15 April 2017, Angkatan Laut Amerika Serikat justru mempublikasikan bahwa kapal induk Carl Vinson,termasuk dengan tiga kapal pengawalnya berada di perairan Selat Sunda, selat yang memisahkan pulau Sumatera dan Jawa di Indonesia. Keberadaan kapal tersebut justru berjarak 5000 km dari Korea Utara. Penyebab kapal induk Carl Vinson berlawanan arah dari tujuan keLaut Jepang dan transit di SelatSunda adalah karena sebuah latihan bersama yang telah dijadwalkan lama dengan Australia di Samudera Hindia.

Di saat bersamaan diketahuinya keberadaan kapal induk Carl Vinson di Selat Sunda, pada 15 April 2017 pula, Korea Utara sedang merayakan kelahiran Kim Il Sung. Dimana menurut New York Times, kesempatan ini biasanya digunakan untuk uji coba senjata perang. Sementara itu, publik Korea Selatan merasa ketakutan akibat ketidakstabilan tindakan Korea Utara tersebut. Namun, pemerintah Korea Selatan meyakinkan public bahwa kapal induk Carl Vinson ditujukan untuk mencegah provokasi Korea Utara. Hal ini juga ditegaskan oleh Sean Spicer, Jubir GedungPutih, setelah mendapatkan pertanyaan dari wartawan terkait alasan pengiriman kapal induk Carl Vinson ke Laut Jepang, bahwa “(pengiriman kapal induk Carl Vinson)merupakan upaya pencegahan (tindakan Korut) yang besar”.

Selanjutnya, pada 18 April 2017, Komandan AS untuk wilayah Pasifik mengeluarkan pernyataan resmi terkait jadwal latihan kapal induk Carl Vinson dengan militer Australia, bahwa “latihan militer dengan angkatan laut Australia di Samudera Hindia telah selesai. ”Hal inilah yang menyebabkan kapal induk Carl Vinson tidak langsung menuju ke Laut Jepang dari Singapura, dan sebelumnya sempat transit di Selat Sunda. Dimana Jubir Komandan AS untuk wilayah Pasifik menjelaskan secara detail terkait misi dan jadwal dari kapal induk Carl Vinson itu sendiri, bahwa kapal induk Carl Vinson telah berhasil melakukan latihan bersama dengan Australia di perairan internasional lepas pantai barat laut Austaralia. Latihan yang menurut laporan ABC News dilakukanselama empat hari tersebut, dilakukan setelah meninggalkan Singapura pada 8 April, dan membatalkan rencana kunjungan pelabuhan yang dijadwalkan di Perth. Sehingga setelah selesai latihan tersebut, kapal induk Carl Vinson langsung menuju keutara, ke Pasifik Barat, atau secara spesifik menuju ke Laut Jepang.

Sejumlah pejabat senior dalam pemerintahan Trump menyalahkan adanya mis komunikasi antara Gedung Putih dengan Pentagon terkait perintah kapal induk Carl Vinson. Hal ini disebabkan ketidaksingkronan antara jadwal latihan militer kapal induk Carl Vinson dengan pelayarannya menuju Laut Jepang terkait pencegahan uji coba rudal Korut sejak meninggalkan Singapura pada 8 April 2017. Padahal laporan sebelumnya diketahui bahwa kapal induk Carl Vinson telah melakukan perjalanan menuju Korea Utara. Meskipun sempat terjadi mis komunikasi, setelah latihan bersama dengan angkatan laut Australia, akhirnya kappa linduk Carl Vinson menuju Laut Jepang, sebagaimana perintah sebelumnya, yang diperkirakan akan tiba pada akhir bulan April 2017.

*Penulis merupakan Alumni Hubungan Internasional FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Abu Dhabi Ports Group Lirik MNP

Makassar (Maritimnews) - Peluang kolaborasi internasional di sektor kepelabuhanan dan kawasan industri semakin terbuka setelah…

2 days ago

Bank Mandiri Siap Dukung Infrastruktur Pelindo di Indonesia Timur

Makassar (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk memperkuat sinergi…

4 days ago

Triwulan I 2026, IPC TPK Panjang Tumbuh 2,06%

Bandar Lampung (Maritimnews) - IPC Terminal Peti Kemas (IPC TPK) area Panjang berhasil menjaga produktivitas…

4 days ago

Pelindo Konsisten Jaga Kelestarian Lingkungan Laut

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) melalui Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) konsisten…

5 days ago

Kunjungan Sosial Kopkar TPK Koja Ke GMMI

Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka meningkatkan kepedulian terhadap anak yatim.piatu, Koperasi Karyawan (KOPKAR) Terminal Petikemas…

1 week ago

Pelindo Panjang: Optimalisasi dan Sinergi, Kunci Pertumbuhan Positif

Bandar Lampung (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Panjang mencatat kinerja operasional yang…

1 week ago