Categories: KKPTerbaru

Menteri Susi akan Kunjungi Jepang untuk Kerjasama Industri Perikanan

Menteri Susi sebelum berangkat ke Jepang melakukan press conference di hadapan wartawan terkait isu yang berkembang saat ini

MNOL, Jakarta – Guna meningkatkan Produktifitas potensi kemaritiman, Menteri Susi Akan melakukan lawatan ke Jepang.  Hal itu dikemukakan oleh menteri yang memiliki maskapai Susi Air tersebut di sela-sela konferensi persnya di kediamannya, Kamis, 06 April 2017.

“Kerjasama ini merupakan salah satu transformasi yang dilakukan tren pemerintah terhadap manajemen perikanan guna meningkatkan produktifitas. Bagaimana hal tersebut dilakukan agar pelabuhan perikanan terjaga dengan baik untuk fasilitas pelabuhan perikanan,” terang Susi

Menteri Susi juga memaparkan keberhasilan KKP dalam menjaga industri perikanan yang berkelanjutan. Hal itu ditandai dengan mulai banyaknya tangkapan para nelayan khususnya di Indonesia Timur.

Seperti yang terjadi di Ambon, budidaya ikan tongkol yang sudah mengalami peningkatan. Di perairan pinggiran Ambon saja ikan tongkol kue ini mudah dijumpai dengan ukuran yang besar.

Maka dari itu setelah selesai dalam urusan penangkapan ikan, perlu adanya keberlanjutan seperti bagaimana memanajemen sistem pelelangannya dan bagaimana pengolahan ikannya.

“Saya rasa Jepang sangat mumpuni, dan kita ajak berinvestasi di sini,” tandas wanita asal Pangandaran tersebut.

Menurut Menteri Susi untuk tahap Awal akan dibangun pusat pelelangan ikan terbesar sebanyak 3 titik, yakni di wilayah Sabang, Natuna dan Morotai di mana ketiga tempat tersebut masuk dalam kategori lumbung ikan nasional.

“Melalui Pak Rahmat Gobel bagaimana sistem investasi tersebut polanya, karena saat ini pak Rahmat Gobel ditunjuk oleh Presiden Jokowi yang berasal dari non pemerintah untuk berurusan dalam hal investasi tersebut,” beber Susi.

Selain itu lanjutnya, kita akan meminta bantuan dari Jepang soal Radar SAD agar bisa memantau terumbu karang yang ada di wilayah konservasi. Agar kejadian di Raja Ampat kemarin tidak terulang.

“Radar SAD sendiri memiliki kemampuan untuk mendeteksi benda logam yang mendekati wilayah terumbu karang,” terangnya.

Oleh karena itu perlu dukungan dari semua pihak terkait policy-policy yang dilaksanakan KKP ini, agar semuanya berjalan dengan baik.

“Dan khususnya kepada media sebagai penyeimbang bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang potensi maritim kita yang melimpah saat ini. Agar cita-cita membangun poros maritim dunia bisa terlaksana,” tutupnya.

(Sutisna/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Uji Emisi di Tanjung Priok, Pelindo Ajak Ekosistem Pelabuhan Jaga Lingkungan

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mendorong kolaborasi pengendalian emisi kendaraan di…

4 days ago

Sosialisasi Perkuat Ekosistem Vendor Pelindo Regional 4

Makassar (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memperkuat ekosistem vendor di wilayah Regional…

4 days ago

Semester I 2026, Arus Barang PMT Tumbuh 10,85 persen

Medan (Maritimnews) – PT Pelindo Multi Terminal (PMT), anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang…

5 days ago

FSP BUMN Bersatu Dukung RUU Ketenagakerjaan, Adaptif Dengan Perubahan Ekosistem Berusaha

Jakarta (Maritimnews) – Dalam rangka pemenuhan keputusan MK soal pembentukan RUU Ketenagakerjaan, para Pimpinan DPR…

5 days ago

Aksi Damai Aliansi Pekerja Tanjung Perak di depan Pengadilan Tipikor Surabaya

Surabaya (Maritimnews) - Aliansi Serikat Pekerja Tanjung Perak menggelar aksi solidaritas sebagai bentuk dukungan terhadap…

5 days ago

FSP BUMN Bersatu Memohon Putusan Bebas Murni Bagi 6 Karyawan PT APBS Pelindo

Jakarta (Maritimnews) – Enam terdakwa perkara dugaan korupsi proyek pengerukan alur pelayaran yang berkaitan dengan…

6 days ago