Categories: NelayanTerbaru

Refleksi Hari Nelayan 2017, Pengamat kecam Kebijakan Pemerintah terkait Perikanan

Nelayan Indonesia kian susah hidupnya akibat beberapa kebijakan pemerintah. (Foto: UGM)

MNOL, Jakarta – Dalam rangka memperingati Hari Nelayan 2017, sebagian besar nelayan di Indonesia masih mengalami keterpurukan baik secara ekonomi maupun kondisi kehidupan sosialnya. Di sejumlah daerah, nelayan melalui berbagai paguyubannya memprotes kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti terkait banyak hal.

Menurut Ketua Gerakan Nelayan dan Tani Indonesia (GANTI) Rokhmin Dahuri, kejadian tersebut menjadi ironi negara maritim di tengah berjalannya visi Poros Maritim Dunia. Seharusnya dengan semangat Nawacita, membuat negara hadir dalam masalah tersebut bukan sebaliknya.

“Masalah nelayan itu kan butuh pendekatan, jangan larang ini larang itu, tetapi tidak ada keseimbangan. Itulah harusnya pemerintah dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan melakukan balancing,” kata Rokhmin di sela-sela acara ‘Sarasehan Pengembangan Ekonomi Umat dan Kemaritiman Indonesia’ yang diselenggarakan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Pondok Pesantren As-Tsaqafah, Cipedak, Jakarta (6/4/17).

Rokhmin yang juga menjadi penasehat pada Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) itu mengecam beberapa kebijakan Menteri Susi saat ini terkait beberapa hal yang dianggap menyulitkan nelayan. Ia meminta agar pemerintah bijaksana dalam melihat kondisi ini.

Lebih lanjut, pria asal Cirebon itu sangat menyetujui bila dengan alasan kelestarian lingkungan banyak beberapa alat tangkap yang dilarang. Tetapi tetap dalam porsi wajar dan butuh keseimbangan. Karena akibat kebijakan itu justru banyak nelayan yang menurun penghasilannya.

Kemudian terkait moratorium kapal dan pelarangan beberapa alat tangkap tadi juga menyebabkan beberapa pabrik pengolahan ikan tutup sehingga menyebabkan ribuan karyawan surimi di Pantura dan Bitung terpaksa di-PHK.

“Bukti-buktinya sudah jelas kalau kebijakan itu ternyata menyulitkan nelayan. Akhirnya banyak yang menjadi alih profesi. Sebenarnya pemerintah harus mendengar keluhan-keluhan dari bahwa, jangan semua dibabat,” lanjut Rokhmin.

Selanjutnya soal bantuan kapal yang berjumlah 3.580 unit, menurutnya dengan ukuran 3 -15 GT juga tidak bisa membawa banyak perubahan bagi kehidupan nelayan. Usulnya daripada membuat kapal berukuran itu dengan jumlah sebanyak itu lebih baik membuat 2.000 kapal tetapi dengan ukuran yang besar.

“Ini yang disebut dengan killing two birds with one stone, membunuh dua burung hanya dengan satu batu atau tembakan. Artinya, dengan membuat kapal ukuran besar kita bisa mengelola perikanan tangkap kita dengan baik juga mengurangi illegal fishing,” terangnya.

Pakar perikanan yang terkenal kritis terhadap masalah nelayan itu juga melihat bila organisasi dan koperasi nelayan saat ini tidak bisa berjalan optimal. Apalagi dalam nuansa negara demokratis saat ini, hal tersebut sangat bertolak belakang.

“Termasuk Presiden juga sudah memperingatkan Menteri Kelautan dan Perikanan dalam hal ini, tetapi entah beliau masih tidak mau mendengar. Kita nggak tahu siapa di belakangnya,” pungkas Rokhmin  mengakhiri.

(Adit/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Jelang Idul Adha 2026, Livestock SPMT Tumbuh sebesar 6,7%

Medan (Maritimnews) - Optimalisasi layanan di seluruh pelabuhan, Subholding Pelindo Multi Terminal (SPMT) Group berkomitmen…

6 hours ago

Tingkatkan Daya Saing, IPC TPK Panjang Punya QCC Post Panamax

Bandar Lampung (Maritimnews) - Dalam rangka meningkatkan daya saing sekaligus penguatan infrastruktur bongkar muat, IPC…

3 days ago

Pengembangan Pelabuhan Korido Dapat Dukungan Penuh Pemprov Papua

Korido (Maritimnews) - Dalam rangka memperkuat konektivitas wilayah Terdepan, Terluar, Tertinggal, dan Perbatasan (3TP) dan…

4 days ago

Forum Kehumasan Pelindo 2026 Dihadiri Achmad Muchtasyar di Makassar

Makassar (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) terus memperkuat kapasitas komunikasi korporasi di tengah tantangan…

5 days ago

Koperasi KS TKBM Pelabuhan Priok Gelar RAT 2026 Tema Akselerasi Digitalisasi

Jakarta (Maritimnews) - Akselerasi digitalisasi untuk mewujudkan Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Koperasi Karya Sejahtera…

6 days ago

Kolaborasi SPTP dan Pemkot Surabaya Jelang Idul Adha 1447 H

Surabaya (Maritimnews) - PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP)…

7 days ago