Categories: SDA KELAUTANTerbaru

Terkait Penangkapan Dirut PT Garam, KNTI desak Perbaikan Tata Kelola Garam Nasional

Pasca penangkapan Dirut PT Garam, petambak garam lokal harus dilindungi

MN, Jakarta – Pemerintah harus mempercepat perbaikan tata niaga garam nasional dan meninjau ulang kuota impor garam yang selama ini dinikmati oleh pengusaha garam. Hal itu terkait peristiwa penangkapan Direktur Utama PT Garam Achmad Boediono oleh Badan Reserse Kriminal Mabes Polri (10/6) kemarin.

Tentunya hal ini menunjukkan semakin karut marutnya tata niaga garam dan diduga kuat terjadi permainan dalam garam impor yang dibocorkan untuk dijual sebagai garam konsumsi.

Ketua Pengembangan Hukum Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Ahmad Marthin Hadiwinata turut angkat bicara soal kasus ini. Menurutnya, selama ini petambak garam tradisional lokal mengalami pemiskinan dengan harga jual yang rendah ditambah lagi dari sisi pemerintah yang tidak memperhatikan masalah yang dihadapi petambak garam lokal.

“PT.Garam Indonesia membeli garam konsumsi dari petambak lokal dengan harga  standar kw 3 Rp. 200 – 250 /Kg, standar kw. 2 Rp. 450/kg, dan standar kw 1 Rp. 650-700/kg, tentunya tidak memberikan keuntungan yang optimal bahkan tidak menutupi biaya produksi bagi petambak garam lokal,” terang Marthin di Jakarta (11/6).

Sambungnya, kejahatan yang dilakukan oleh Dirut PT. Garam harus diusut tuntas termasuk kepada mafia-mafia impor garam yang berada di Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Perindustrian maupun di Kementerian Perdagangan. Pasalnya, ketiga instansi itu terkait dengan hulu hilir komoditas garam di Indonesia.

Selain itu, importase garam yang sangat tinggi juga harus dihentikan. “Importase garam yang selama ini diberikan kepada pengusaha harus dihentikan dan ditinjau ulang, karena tidak adil kepada petambak garam lokal yang selama ini menderita karena garam industri dan dibocorkan secara sengaja untuk dijual bagi konsumsi rumah tangga,” pungkas Marthin.

Sementara itu menurut pengurus DPP KNTI Misbahul Munir, kejadian ini memperburuk upaya memperbaiki tata niaga garam nasional dengan penyempurnaan Inpres tentang swasembada garam nasional belum final.

“Manipulasi impor garam diduga justru dimanfaatkan untuk kepentingan memperkaya diri oleh pejabat eselon satu dari lintas kementerian yang terkait garam tersebut. Peristiwa ini juga menunjukkan buruknya tata niaga garam nasional yang pada akhirnya melakukan pemiskinan terhadap petambak garam tradisional lokal,” tandas Misbahul.

Diperkirakan selama tahun 2016, impor garam mencapai 3 juta ton yang sebelumnya meningkat dari 2,1 juta ton pada tahun 2015. Kemungkinan besar impor garam tersebut dipermainkan untuk didistribusikan kepada konsumsi rumah tangga.

“Sangat jelas terbukti ada permainan dengan adanya penangkapan oleh Aparat Mabes Polri terhadap Dirut PT Garam,” tutupnya.

 

(Adit/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Hari Pelanggan Nasional 2026, IPC TPK Perkuat Sinergi Lewat Customer Rafting

Bogor (Maritimnews) – Dalam rangka memperingati Hari Pelanggan Nasional, IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menyelenggarakan…

8 hours ago

Agustus 2026, TPS Catat Throughput 128 Ribu TEUs

Surabaya (Maritimnews) - Kinerja arus petikemas (throughput) PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) untuk bulan Agustus…

9 hours ago

Vessel Operational Disruption; Kapan Pengalihan Kapal Menjadi Pilihan Tepat

Oleh: SAFUAN - Doctor in Management Science Gangguan operasional merupakan salah satu risiko yang tidak…

2 days ago

Dukung Asta Cita dan SDGs, IPC TPK Perkuat Kebersihan Palembang

Palembang (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) melanjutkan komitmen keberlanjutan dan kepedulian terhadap lingkungan…

3 days ago

IPC TPK Dukung Rehabilitasi Mangrove Nasional bersama The North Green Movement

Jakarta (Maritimnews) - Mangrove memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, antara lain sebagai…

3 days ago

IPC TPK Paparkan Kinerja Operasional Real Time kepada Bappenas RI

Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menerima kunjungan lapangan dari Badan Perencanaan Pembangunan…

3 days ago