Penyeberangan Merak - Bakauheni
MN, Jakarta – PT ASDP Indonesia Ferry memutuskan Lintas penyeberangan Merak-Bakauheni ditutup sementara mulai Kamis (30/11) pukul 17.45 WIB sampai dengan batas waktu yang belum ditentukan akibat cuaca ekstrim di Selat Sunda. Hal itu mendapat berbagai tanggapan, termasuk dari Siswanto Rusdi, Direktur The National Maritime Institute (Namarin).
“Ingat, laut itu penghubung, bukan penghalang. Tidak ada kata terputus hubungan di laut. Kalau di darat boleh jadi ada,” papar Siswanto Rusdi kepada Maritimnews di Jakarta, Jumat (1/12).
Menurutnya, di negeri yang banyak melahirkan orang-orang pintar sejogjanya memiliki insinyur, teknokrat, juga ahli pengkaji. Sangat disayangkan upaya Pemerintah disaat menghadapi tantangan, hanya ambil “jalan pintas” dengan menutup jalur pelayaran.
“Bayangkan kalau cuaca ekstrim sebulan, lantas mau makan apa masyarakat suatu pulau yang butuh sembako, yang umumnya bergantung pada pelayaran,” tegasnya.
Masih kata Siswanto, tanpa menampikkan ketentuan International Maritime Organization (IMO) mengenai aspek keselamatan pelayaran, perlu ditemukan solusi terbaik selain menutup jalur pelayaran, kedepan Pemerintah membutuhkan tenaga-tenaga pengkaji profesional untuk menghadapi berbagai tantangan di laut, seperti gelombang tinggi.
“Di negara lain punya pelayaran kutub (polar shipping) di mana tantangan alamnya sangat berat, mereka tetap berjalan tentu berbiaya tinggi. Saya berharap Pemerintah lebih maksimal dalam mengurus hajat hidup orang banyak. Bukankah kita sudah tahu ada musim angin yang datang setiap tahun,” pungkasnya.
(Bayu/MN)
Jakarta (Maritimnews) - Kunjungan Mahasiswa dan Mahasiswi Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Indonesia (UI) ke…
Pontianak (Maritimnews) - Dukungan perusahaan IPC Terminal Petikemas terhadap Asta Cita ke-4 Pemerintah Republik Indonesia…
Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Area Teluk Bayur bersama PT Pelabuhan Tanjung…
Jambi (Maritimnews) - Indonesia adalah produsen dan eksportir utama kayu manis global, menguasai sekitar 41%…
Dwelling time yang masih jauh di atas standar internasional bukan sekadar masalah teknis kepelabuhanan —…
Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) memperkuat sinergitas optimalisasi Terminal Kijing Mempawah Kalimantan Barat…