Kesepakatan Pelindo II Bengkulu dan BUMP
MN, Jakarta – Setelah kesepakatan (MoU) antara GM PT Pelabuhan Indonesia II cabang Bengkulu Drajat Sulistyo dan Ketua Seknas Badan Usaha Milik Petani (BUMP) Indonesia, Edi Waluyo, di kantor Kementerian Bappenas pada hari Senin tanggal 15 Januari 2018, Pelabuhan Bengkulu akan dilengkapi fasilitas terminal hewan.
Menurut Drajat Sulistyo, tujuan MoU merupakan tindak lanjut PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo II) Cabang Bengkulu tentang rencana pembangunan terminal hewan (Live Stock) sebagai dukungan kepada pemerintah untuk swasembada daging nasional khususnya di wilyah Sumatera.
“Kami bangga telah menjadikan provinsi Bengkulu sebagai sentra hewan khususnya sapi dengan menyediakan fasilitas live stock bagi hewan yang merupakan terminal pertama di Indonesia,” jelas Drajat kepada wartawan di Jakarta, Selasa (16/01).
Adapun penandatanganan kesepakatan tersebut disaksikan oleh staf ahli Menteri Bappenas, Himawan Haroyoga serta dihadiri utusan dari The Australian Lot Feeders Association yang telah bekerjasama dengan BUMP dalam pengembangan sapi di indonesia
Seperti diketahui, Pelabuhan Pulau Baai merupakan pilihan dari Kementerian pertanian menjadi pusat sapi nasional, untuk itu PT Pelindo II Bengkulu telah menyiapkan lahan Live Stock seluas 230 ha dengan apasitas maksimal mencapai 700 ribu ekor pertahun.
“Terminal sapi skala nasional akan menampung sapi asal luar negeri maupun domestik,” pungkasnya.
(Bayu/MN)
Jakarta (Maritimnews) – Dalam rangka pemenuhan keputusan MK soal pembentukan RUU Ketenagakerjaan, para Pimpinan DPR…
Surabaya (Maritimnews) - Aliansi Serikat Pekerja Tanjung Perak menggelar aksi solidaritas sebagai bentuk dukungan terhadap…
Jakarta (Maritimnews) – Enam terdakwa perkara dugaan korupsi proyek pengerukan alur pelayaran yang berkaitan dengan…
Makassar (Maritimnews) - Sebanyak 100 balita dan 100 lansia di Kecamatan Wajo, Kota Makassar, mendapatkan…
Surabaya (Maritimnews) - Aliansi Serikat Pekerja Tanjung Perak akan menggelar aksi solidaritas di depan Pengadilan…
Ruang lingkup pengaturan Perpres ini meliputi Strategi Penguatan Logistik Nasional, Pengukuran Kinerja Logistik Nasional dan…