Baru Pertama Kali Ke Pantai, Dua Wisatawan Hilang di Parangtritis

Baru Pertama Kali Ke Pantai, Dua Wisatawan Hilang di Parangtritis

 

MN, Yogyakarta – Dua korban yang tenggelam di pantai Parangtritis, Ismulmaulid Bali Muhammad (13) dan Mansur (25), merupakan dua wisatwan dari 23 rombongan yang datang dari Banjarnegara, Jawa Tengah. Kedatangan rombongan ini ke kota Yogyakarta, pada Minggu (01/7/2018) bertujuan hendak membeli alat musik rebana dan berziarah para wali.

“Kami datang rombongan pakai Bus dari Banjarnegara. Rencananya mau membeli rebana di Muntilan dan Ziarah para wali. Tetapi mampir ke pantai untuk rekreasi,” ujar kerabat korban, Sodik, saat ditemui di Posko SAR Linmas Parangtritis, Senin (02/7/2018)

Menurutnya, korban Ismulmaulid Bali Muhammad (13) sebenarnya belum pernah melihat pantai, sehingga saat rombongan memutuskan untuk rekreasi ke pantai, korban sangat bergembira dan langsung melampiaskan dengan mandi di laut.

Namun nahas, korban yang tidak bisa berenang itu justru terbawa arus.

“Korban tenggelam selama lima menit masuk ke dalam air dan sempat ada yang berusaha menolong, tapi datang ombak lagi. Ada yang mau menolong lagi dan tergulung ombak lagi. Ada lima yang tergulung ombak, tapi tiga berhasil diselamatkan,” ungkap dia.

Saat itu, dikatakan Sodik, kejadian berlangsung sangat cepat.

“Korban sebenarnya sudah diingatkan jangan dekat-deket air. Tapi tetap berenang, dan akhirnya tenggelam,” terang dia.

Atas peristiwa ini, Sodik bersama pihak keluarga mengaku hanya bisa pasrah.

Ia berharap kedua korban yang tenggelam segera bisa ditemukan

“Hidup mati itu kan urusan Tuhan. Mudah-mudahan korban segera bisa ditemukan,” harap dia.

Menurutnya, beberapa kerabat dirumah, di Banjarnegara, sudah mendapatkan kabar duka ini dan akan segera menyusul ke Pantai Parangtritis.

“Saya sejak tadi malam menunggu disini, rencana dari rumah di Banjarnegara juga mau datang,” ungkapnya.

Pantauan Tribun Jogja, tim SAR Linmas Parangtritis dan Basarnas Yogyakarta, Ditpolairud dan Ban-Ops DIY saat ini masih terus malakukan upaya pencarian dengan menyisir di bibir pantai.

Koordinator SAR linmas Parangtritis, Muhammad Arif Nugraha mengatakan, pihaknya saat ini masih terus melakukan upaya pencarian.

“Pencarian dilakukan dengan melakukan penyirisan di bibir pantai maupun menggunakan perahu jukung. Kami tebar jaring. Tadi malam kami sudah empat kali tebar jaring, sejauh ini belum ditemukan. Mudah-mudahan hari ini korban bisa ditemukan,” ujar dia.

Husni Baroqah

“Menulis adalah suatu cara untuk bicara, suatu cara untuk berkata, suatu cara untuk menyapa—suatu cara untuk menyentuh seseorang yang lain entah di mana. Cara itulah yang bermacam-macam dan di sanalah harga kreativitas ditimbang-timbang.”

Share
Published by
Husni Baroqah

Recent Posts

Pelindo Mengaplikasikan Visi Besar Prabowo Subianto Pada Ketahanan Pangan

Ditulis oleh: Arief Poyuono SE,MKom (Komisaris Pelindo) Pelabuhan dan terminal yang tersebar di seluruh dunia…

14 hours ago

IPC TPK Dorong Efisiensi Logistik Nasional, Throughput Tembus 2,8 Juta TEUs

Jakarta (Maritimnews) – Penutupan Triwulan III tahun 2026, IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) berhasil mencatatkan…

16 hours ago

Pelindo Regional 4 Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Makassar

Makassar (Maritimnews) – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 menyalurkan bantuan berupa bahan material bangunan…

3 days ago

PINP dan Pelabuhan Kijing di Simpul Barat

Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka meningkatkan konektivitas pelayaran dan efisiensi biaya logistik, PT Pelabuhan Indonesia…

4 days ago

DJBC Kalbagbar Dukung Optimalisasi Ekspor dan Impor di Pelabuhan Internasional Kijing

Pontianak (Maritimnews) - Jajaran Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kalimantan Bagian Barat memberikan…

6 days ago

Petikemas Domestik Melonjak, Jakarta – Kijing Jadi Rute Primadona Baru

Pontianak (Maritimnews) - Pelabuhan Kijing di Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat sebagai pelabuhan hub internasional terbesar…

7 days ago