Pelabuhan Teluk Bayur, Sumatera Barat
MN, Padang – Realisasi throughput petikemas IPC TPK Teluk Bayur pada semester pertama tahun 2018 mencapai 35.060 boks atau 38.983 TEUs, meningkat 8,49% dibandingkan dengan periode sama tahun 2017 yang sebesar 32.190 boks atau 35.470 TEUs.
Sebagai anak usaha PT Pelabuhan Indonesia II/IPC yang khusus mengelola petikemas tersebut tengah mempersiapkan berbagai langkah dalam rangka menaikkan throughput petikemas dari dan ke pelabuhan Teluk Bayur.
“Kami optimistis, target throughput petikemas sebesar 85.000 TEUs untuk tahun 2018 bisa tercapai, mengingat sampai dengan semester pertama telah mencapai 38.983 TEUs,” jelas Kristianto Edi Sarjono, Manager IPC TPK area Teluk Bayur kepada Maritimnews, Selasa (17/7).
Selama ini, 42,1% angkutan cement bag antar pulau, muatan ekspor hasil bumi dan perkebunan dikapalkan menggunakan petikemas melalui Teluk Bayur tujuan Tanjung Priok. Sedangkan dari Jakarta umumnya menyangkut barang perdagangan antar pulau dan consumer goods.
Terkait kabar perusahaan pelayaran PT Salam Pasific Indonesia Lines (SPIL) yang bakal membuka rute baru angkutan petikemas domestik dari Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta ke Pelabuhan Teluk Bayur Padang.
Kristianto mengakui, bahwa SPIL memang meminta untuk melakukan kontrak windows. “SPIL sudah datang ke Pelabuhan Teluk Bayur dan PT Semen Padang guna mendapatkan kepastian muatan balik,” pungkasnya.
(Bayu/MN)
Oleh: Arief Poyuono, SE, M.Kom (Komisaris Pelindo) Dinamika perekonomian global dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan…
Jakarta (Maritimnews) - Koperasi Karyawan (Kopkar) TPK Koja menggelar pemilihan Ketua Umum periode tahun 2026…
Makassar (Maritimnews) - PT Pelindo Regional 4 mendukung pengembangan wawasan generasi muda melalui pertukaran pengetahuan…
Surabaya (Maritimnews) - PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) kembali mencatat kinerja operasional yang positif periode…
Jakarta (Maritimnews) - Ajang Indonesia Logistics Awards (ILA) 2026 yang diselenggarakan Supply Chain Indonesia (SCI)…
Ditulis oleh :Arief Poyuono (Komisaris Pelindo) Jakarta 4 Oktober 2026 "Jika Anda tidak bisa memberikan…