Jelang Terusan Kra, Lhokseumawe akan menuju Pelabuhan Kelas Dunia

Pelabuhan Krueng Geukueh Lhokseumawe

MN, Lhokseumawe – Jelang beroperasi Terusan Kra Thailand yang akan memperpendek jalur pelayaran di Selat Malaka, peluang bagi Pelabuhan Krueng Geukueh Lhokseumawe bebenah menjadi pelabuhan kelas dunia. Apalagi rencananya bakal di topang oleh Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun. Untuk itu PT Pelabuhan Indonesia I (Pelindo 1) harus memiliki dana investasi cukup besar guna menyulap Lhokseumawe menjadi World Class Port.

Menyusul penandatanganan kesepakatan bersama (MoU) antara the China-Thailand Kra Infrastructure Investment and Development dengan Asia Union Group tahun 2015, Teluk Kra akan beroperasi pada tahun 2025 mendatang. Bila Teluk Kra beroperasi, maka kapal yang melintasi Selat Malaka sudah pasti tidak akan lagi melewati Singapura dan Malaysia. Sehingga membuka peluang Pelabuhan Lhokseumawe sebagai persinggahan atau transit kapal dunia.

Dalam rangka memanfaatkan peluang besar tersebut, tentunya top manajemen PT Pelindo 1 harus segera mempersiapkan berbagai fasilitas untuk keberadaan pelabuhan Lhokseumawe sebagai pelabuhan berkelas dunia, antara lain membangun fasilitas tempat transit, container yard (tempat penumpukan petikemas), penampungan migas, dan berbagai sarana pendukung yang memang dibutuhkan suatu pelabuhan berkelas dunia, termasuk sisi pelayanan yang dapat beroperasi 24×7.

Seperti diketahui, secara umum ciri-ciri yang merupakan faktor kunci dan dimensi strategis jasa pelabuhan yang bervisi sebagai World Class Port, adalah Letak Geografis, Potensi Hinterland, Akses Infrastruktur, Dekat Kawasan Industri, Produktivitas bongkar muat (Kecepatan dan Keamanan bongkar muat), Sistem Terintegrasi (Port Nett), Tarif Pelayanan, Efisiensi Biaya, Customer Oriented, dan Promosi.

Jika kelak Terusan Kra di Thailand bagian selatan sepanjang 102 Km beroperasi, disebut tahun 2025, maka Krueng Geukueh Lhokseumawe akan jadi titik penting seperti layaknya Singapura atau Malaysia. Namun biarpun posisi Lhokseumawe cukup strategis pada jalur pelayaran Terusan Kra, pelabuhan tersebut tidak akan dilirik perusahaan pelayaran besar (mainline operator) jika tidak ada fasilitas pelayanan dunia yang setara dengan Singapore atau Port Klang.

(Bayu/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Tingkatkan Daya Saing, IPC TPK Panjang Punya QCC Post Panamax

Bandar Lampung (Maritimnews) - Dalam rangka meningkatkan daya saing sekaligus penguatan infrastruktur bongkar muat, IPC…

1 day ago

Pengembangan Pelabuhan Korido Dapat Dukungan Penuh Pemprov Papua

Korido (Maritimnews) - Dalam rangka memperkuat konektivitas wilayah Terdepan, Terluar, Tertinggal, dan Perbatasan (3TP) dan…

3 days ago

Forum Kehumasan Pelindo 2026 Dihadiri Achmad Muchtasyar di Makassar

Makassar (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) terus memperkuat kapasitas komunikasi korporasi di tengah tantangan…

4 days ago

Koperasi KS TKBM Pelabuhan Priok Gelar RAT 2026 Tema Akselerasi Digitalisasi

Jakarta (Maritimnews) - Akselerasi digitalisasi untuk mewujudkan Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Koperasi Karya Sejahtera…

5 days ago

Kolaborasi SPTP dan Pemkot Surabaya Jelang Idul Adha 1447 H

Surabaya (Maritimnews) - PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP)…

5 days ago

IPC TPK Panjang Moncer, Tingkatkan Efisiensi Ekspor

Bandar Lampung (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Panjang semakin moncer setelah kehadiran Quay…

6 days ago