OP Tanjung Priok gelar Publikasi PM 53/2018 tentang Kelaikan Petikemas

Capt Hermanta

MN, Jakarta – Dalam rangka menjamin keselamatan terkait penggunaan petikemas sebagai sarana angkut serta meningkatan keamanan dan kenyamanan para pengguna jasa, Otoritas Pelabuhan (OP) Tanjung Priok mempublikasikan PM 53 tahun 2018 tentang Kelaikan Petikemas dan Berat Kotor Petikemas Terverifikasi.

Mengingat pelabuhan Tanjung Priok sebagai salah satu pelabuhan tersibuk di Indonesia, maka kelaikan petikemas di pelabuhan tersebut menjadi sangat penting karena hal itu akan menopang daya saing, khususnya untuk kegiatan ekspor.

“Barang yang dikirim menggunakan petikemas tidak layak, rusak dan tidak steril akan ditolak negara tujuan. Sudah menjadi rahasia umum, petikemas yang digunakan di berbagai pelabuhan Indonesia, sebagian besar kondisinya tidak laik,” kata Kepala OP Tanjung Priok, Capt Hermanta dalam sambutan pada acara Publikasi PM 53/2018, di Hotel Santika, Jakarta, Kamis (30/8).

Hadir sebagai pembicara Publikasi PM 53 tahun 2018 dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, yakni Helmi Candra Kasi Rancang Bangun, Stabiltas dan Garis Muat Kapal Barang dan Petikemas, serta Joko Pujianto Kasubbag Penyusunan Peraturan Per UU an, didampingi Natanael Sitorus.

Seperti diketahui pada tahun 2014 – 2015, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut telah melakukan survey tentang kelaikan petikemas. Kegiatan survei dimaksudkan untuk menilai serta mengawasi kelaikan petikemas yang digunakan di berbagai pelabuhan utama di Indonesia, baik untuk ekspor-impor maupun perdagangan antar pulau.

Hasil survey Direktorat Jenderal Perhubungan Laut memang sangat mengejutkan karena sekitar 80% petikemas yang dipergunakan baik domestik maupun impor tidak layak. Kelayakan petikemas antara lain dinilai dari fisik (berkarat dan penyok), kesehatan (steril) dan lainnya.

Karenanya Direktorat Jenderal Perhubungan Laut merumuskan peraturan mengenai pengaturan standarisasi yang melahirkan Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 53 Tahun 2018 tentang Kelaikan Petikemas dan Berat Kotor Petikemas Terverifikasi, mengacu pada aturan International Convention for Safe Containers (CSC) IMO.

(Bayu/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

TPS Gelar Safety Drill Hadapi Cuaca Ekstrem

Surabaya (Maritimnews) – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) menggelar Safety Drill Angin Kencang di area…

17 hours ago

TPK Koja Gelar Pelindo Mengajar 2026 di SMAN 8 Yogyakarta

Yogyakarta (Maritimnews) - KSO Terminal Petikemas Koja (TPK Koja) menggelar Program Pelindo Mengajar sebagai bagian…

1 day ago

Hari Sumpah Pemuda, Pelindo Regional 3 Gelar Donor Darah

Surabaya (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 berkomitmen untuk terus mendorong kegiatan sosial…

1 day ago

Satu Dekade NPCT 1, Kapasitas Hampir Penuh

Jakarta (Maritimnews) - New Priok Container Terminal One (NPCT1) baru saja merayakan satu dekade operasional…

2 days ago

Pelindo FC Harumkan Indonesia, Juara FIFCO World Corporate Champions Cup 2026 di Turki

Antalya, Turki (Maritimnews) - Perhelatan FIFCO World Corporate Champions Cup 2026 merupakan kompetisi minisoccer korporasi…

3 days ago

Transformasi SDM Pelindo; Dari Pola Kedaerahan Menuju Standar Global

Jakarta (Maritimnews) - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau DANANTARA memutuskan, PT Pelabuhan Indonesia…

3 days ago