Kapal penumpang tradisional (kapal klotok)
MN, Pangkalan Bun – Kegiatan Press Tour Ditjen Hubla Kementerian Perhubungan tahun 2018 dimeriahkan dengan mengunjungi Taman Nasional (TN) Tanjung Puting di semenanjung Kalimantan Tengah, kawasan konservasi orangutan terbesar di dunia yang populasinya mencapai 40.000 orangutan.
Sebanyak 42 media yang tergabung dalam Forwahub langsung menuju Tanjung Puting, usai menghadiri kampanye keselamatan pelayaran oleh Kepala KSOP Kumai Capt Wahyu Prihanto pada pukul 11.00 WIT di Terminal Pariwisata pelabuhan Kumai.
“Kami menggunakan empat Kapal klotok, menghabiskan waktu sekitar dua jam menyusuri sungai Sekonyer untuk sampai di lokasi konservasi orangutan,” jelas Kahumas Ditjen Hubla, Wisnu Wardhana kepada Maritimnews, Senin (8/10).
Di kawasan konservasi, peserta Press Tour yang ingin menelusuri hutan “kekuasaan” orangutan harus didampingi pemandu. Kunjungan sampai di ending schedule sekitar pukul 15.00 WIT, dimana peserta baik wartawan maupun wisatawan asing dapat menyaksikan feeding time orangutan.
Untuk diketahui, TN Tanjung Puting merupakan cagar biosfer yang ditunjuk pada tahun 1977 dengan area inti seluas 415.040 ha dan resmi ditetapkan Pemerintah di tahun 1982. Pengelolanya adalah Balai Taman Nasional Tanjung Puting, salah satu UPT Ditjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Kementerian Kehutanan.
(Bayu/MN)
Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) melalui Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) konsisten…
Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka meningkatkan kepedulian terhadap anak yatim.piatu, Koperasi Karyawan (KOPKAR) Terminal Petikemas…
Bandar Lampung (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Panjang mencatat kinerja operasional yang…
Jakarta (Maritimnews) - PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) berhasil menjaga kinerja operasional secara solid…
Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) mencatat kinerja operasional yang positif dalam melayani angkutan…
Ini bukan soal satu atau dua pelabuhan yang perlu diperbaiki. Ini adalah kegagalan sistemik yang…