Published On: Fri, Jan 11th, 2019

Tiba di Pulau Sombori, Ekspedisi Pinisi Bakti Edukasi Lingkungan Laut

Praktik destruktif fishing masih sering terjadi diperairan pulau Sombori. Pemerintah perlu melakukan kajian dan penilaian agar menjadikan kawasan pulau Sombori ini sebaga daerah konservasi perairan sehingga upaya perlindungan sumberdaya laut bisa dilakukan secara optimal. Jika tidak ada intervensi serius dari pemerintah, kekayaan laut pulau Sombori akan makin rusak

Pulau Sombori.

Pulau Sombori.

MN, Morowali – Rombongan Ekspedisi Pinisi Bakti tiba di Pulau Sombori pada Minggu (6/1). Kedatangan kapal pinisi tersebut, disambut secara langsung dan meriah oleh Bupati Morowali, Drs. Taslim bersama pejabat dan masyarakat setempat.

Pulau Sombori merupakan titik persinggahan ke-8 ekspedisi pinisi yang saat ini memasuki pelayaran trip II. Pelayaran trip II adalah Kendari-Molawe, Konawe Utara-Pulau Labengki-Lameruru-Pulau Sombori-Bungku, Morowali-Donggi-Luwuk-Ampana, dan Tojo Una-Una-Pulau Togean-Torosiaje-Gorontalo-Bitung.

Bupati Morowali, Drs. Taslim mengatakan pemerintah daerah Morowali sengaja menjadikan pulau Sombori sebagai titik singgah ekspedisi pinisi ini karena ingin menjadikan kedatangan rombongan ini untuk promosi pulau Sombori.

“Pulau Sombori punya keindahan alam yang cantik tapi belum didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai seperti listrik dan air bersih. Kami berharap Kementerian ESDM dapat membantu penyediaan listrik dan air bersih di pulau ini” ujarnya.

Secara administratif Pulau Sombori merupakan wilayah kecamatan Menui, Desa Mbokitta. Jumlah penduduk pulau ini hanya sekitar 220 jiwa dan mayorita adalah Suku Bajo yang berprofesi sebagai nelayan.

Menurut Bupati Sombori, selain masalah infrastruktur, sejauh ini promosi yang dilakukan untuk memperkenalkan pulau Sombori masih sangat kurang.

Sementara itu, Ketua Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (ISKINDO) Morowali, Ilham mengatakan bahwa selain memiliki potensi pulau dan terumbu karang yang bagus, ekosistem Pulau Sombori terancam dengan masih adanya praktik menangkap ikan yang tidak ramah lingkungan dengan bom.

“Praktik destruktif fishing masih sering terjadi diperairan pulau Sombori. Pemerintah perlu melakukan kajian dan penilaian agar menjadikan kawasan pulau Sombori ini sebaga daerah konservasi perairan sehingga upaya perlindungan sumberdaya laut bisa dilakukan secara optimal. Jika tidak ada intervensi serius dari pemerintah, kekayaan laut pulau Sombori akan makin rusak,” jelasnya.

Selama berada di Pulau Sombori, kapal ekspedisi pinisi ini juga melakukan program joy sailing dan kelas inspirasi bagi 25 orang siswa yang turut serta di dalamnya.

“Program joy sailing memberikan pengalaman langsung kepada peserta berlayar dengan pinisi” kata Abdi Suhufan, Koordinator Ekspedisi Pinisi.

Dalam joy sailing tersebut, peserta diberikan materi edukasi tentang kehidupan laut, konservasi, serta mengajak mereka untuk peduli dan mencintai laut. “Salah satu misi Ekspedisi pinisi adalah memberi pesan lingkungan yang kuat kepada masyarakat untuk lebih peduli terhadap keberlanjutan pengelolaan laut yang kian terancam,” ungkap Abdi.

Sejauh ini Joy Sailing dan kelas Inspirasi adalah program yang paling menarik peminat untuk diikuti oleh masyarakat dimana kapal pinisi ini singgah.

About the Author

- Redaktur

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Silahkan isi kode captcha

WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com