Petikemas mini pendukung program Tol Laut
MN, Jakarta – Fasilitas Mini Container (Minicont) bakal menjadi pilihan bagi para pelaku bisnik logistik di Indonesia yang menawarkan kekuatan dan keamanan, mampu memuat barang yang lebih ringkas! Tersedia ukuran 6′, 8 ’, dan 9 feet.
Minicont adalah solusi menarik yang kini mulai banyak digunakan oleh pelaku usaha kegiatan logistik di Amerika maupun Eropa.
Anak usaha PT Pelabuhan Indonesia III sedang mengembangkan produk Minicont agar dapat menjadi solusi bagi dunia logistik. Kontainer mini berlatar belakang pemahaman, bahwa tidak semua daerah di penjuru Indonesia dapat dilalui truk kontainer kapasitas 20 feet.
Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Ditjen Hubla, Capt Wisnu Handoko, mengapresiasi MiniCont yang digagas tersebut karena dapat diangkut menggunakan kapal perintis dan truk kecil guna menjangkau wilayah T3P (tertinggal, terpencil, terluar, dan perbatasan) dalam rangka mendukung program Tol Laut.
Setelah mampu menurunkan disparitas harga sebanyak 15-20 persen, Pemerintah mendorong penyelenggaraan angkutan logistik Tol Laut bukan hanya port to port (dari pelabuhan ke pelabuhan), tapi sampai end to end (langsung sampai ke konsumen), sehingga tepat sasaran ke masyarakat agar dapat merasakan harga terjangkau.
Untuk itu, Pemerintah dalam hal ini Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut menggagas program kontainer mini masuk desa bekerja sama dengan Maritime Research Institute Nusantara (MARIN).
Menurut Capt Wisnu, sebagai perwujudan kehadiran negara, Kemenhub segera mengimplementasikan program Minicont masuk desa yang akan memperkuat konektivitas ekonomi desa dan nasional melalui program Tol Laut.
Selain diharapkan mampu menurunkan disparitas harga, lanjut Capt Wisnu, program Minicont masuk desa diharapkan dapat memastikan ketersediaan berbagai bahan pokok dan penting di wilayah desa yang masih belum maksimal.
“Program Minicont Masuk Desa akan mempermudah akses pemasaran hasil komoditas desa ke berbagai wilayah, baik dalam dan luar negeri yang jadi kendala banyak desa di Indonesia. Harapannya perekonomian desa berkembang ke arah lebih baik,” terang Capt Wisnu di Jakarta, Rabu (27/2).
Di awal implementasinya, program Minicont Masuk Desa akan difokuskan di salah satu desa di pulau terluar di Indonesia, yaitu Desa Essang di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. Tahap selanjutnya difokuskan ke daerah Memberamo dan Boven Digoel Papua.
(Bayu/MN)
Jakarta (Maritimnews) - Kunjungan Mahasiswa dan Mahasiswi Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Indonesia (UI) ke…
Pontianak (Maritimnews) - Dukungan perusahaan IPC Terminal Petikemas terhadap Asta Cita ke-4 Pemerintah Republik Indonesia…
Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Area Teluk Bayur bersama PT Pelabuhan Tanjung…
Jambi (Maritimnews) - Indonesia adalah produsen dan eksportir utama kayu manis global, menguasai sekitar 41%…
Dwelling time yang masih jauh di atas standar internasional bukan sekadar masalah teknis kepelabuhanan —…
Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) memperkuat sinergitas optimalisasi Terminal Kijing Mempawah Kalimantan Barat…