Carmelita Hartoto
MN, Jakarta – Pasca Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Pelabuhan Indonesia I, II, III, dan IV melaksanakan kesepakatan bersama yang disaksikan Menteri BUMN Rini Soemarno, ternyata telah mencuri perhatian Indonesian National Shipowners Association (INSA) selaku mitra kepelabuhanan.
INSA menilai kesepakatan sub holding tersebut diharapkan dapat memberikan pelayanan yang berstandar sama, seperti standar minimum kedalamaan alur dan kolam pelabuhan, standar produktivitas, standar kekuatan tenaga kapal tunda sesuai kebutuhan disyaratkan, dan standar lainnya.
Dengan demikian terjadi efficiency yang diyakini mampu menekan biaya operasional dalam mata rantai logistik nasional. Sebagai BUMN pelabuhan, Pelindo diharapkan menjadi contoh bagi elemen rantai logistik lain guna menekan biaya logistik di Indonesia.
Ketua DPP INSA, Carmelita Hartoto mengatakan, bahwa langkah yang dilakukan oleh Menteri BUMN ini sudah lama diinginkan dan baru terwujud. Bahkan di tahun 2017 ada wacana holding yang terdiri atas BUMN pelabuhan, perkapalan, dan kawasan industri.
Begitupun dengan kerjasama pendayagunaan aset antar BUMN contohnya dengan Pertamina. Dimana kedepannya tugboat Pertamina dapat saja digunakan oleh Pelindo, sebaliknya penjualan BBM di pelabuhan bisa menggunakan fasilitas Pelindo.
“Kami mendukung holding Pelindo incorporated, sebab mata rantai logistik tidak hanya sisi pelayaran atau pelabuhan. Diharapkan langkah Pelindo dapat memicu elemen lainnya untuk bersama menekan cost logistik nasional,” ujar Carmelita kepada Maritimnews di Jakarta, Rabu (20/2).
Seperti diketahui pada Senin tanggal 18 Februari 2019, Dirut PT Pelindo II bersama Dirut Pelindo I, Pelindo III dan Pelindo IV menandatangani Surat Keputusan Bersama (SKB), tentang Pembentukan Dewan Transformasi dalam rangka Implementasi Cluster Prioritas Pelindo Incorporated.
Penandatanganan SKB merupakan tindak lanjut dari penandatanganan Berita Acara Hasil Rapat Koordinasi Pelindo I, Pelindo II, Pelindo III dan Pelindo IV, tentang tindak lanjut pembentukan Pelindo Incorporated.
Selain SKB, dilakukan pula Penandatanganan Perjanjian Induk antara Pelindo II atau IPC dengan PT Pertamina (Persero) tentang Sinergi Kerjasama Dalam Bidang Kepelabuhanan, Energi dan Pendayagunaan Aset.
(Bayu/MN)
Oleh : Dr. Dayan Hakim NS* Perusahaan pelayaran saat ini tengah menghadapi kewajiban untuk menyusun…
Jakarta (Maritimnews) - Kunjungan Mahasiswa dan Mahasiswi Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Indonesia (UI) ke…
Pontianak (Maritimnews) - Dukungan perusahaan IPC Terminal Petikemas terhadap Asta Cita ke-4 Pemerintah Republik Indonesia…
Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Area Teluk Bayur bersama PT Pelabuhan Tanjung…
Jambi (Maritimnews) - Indonesia adalah produsen dan eksportir utama kayu manis global, menguasai sekitar 41%…
Dwelling time yang masih jauh di atas standar internasional bukan sekadar masalah teknis kepelabuhanan —…