Published On: Sat, Aug 17th, 2019

Ada Potensi “Gesekan” di Pelabuhan Kali Adem

Kapal penumpang tradisional di dermaga Kali Adem (foto:Tribunnews)

MN, Jakarta – Suasana kondusif di dermaga/pelabuhan wisata Kali Adem provinsi DKI Jakarta berpotensi kuat menjadi “gesekan”, pasca rencana beroperasinya kapal cepat yang dijuluki Trans 1000.

Semula situasi pelabuhan Kali Adem Muara Angke terasa “adem” walaupun guyuran panas sinar matahari menyengat kulit, kini suasana pun mulai terasa “memanas”.

Keberadaan kapal kayu tradisional yang telah lama beroperasi mengangkut para wisatawan dari Kali Adem – Kepulauan Seribu sebaliknya, diyakini bakal tergusur oleh kapal modern.

“Kabar ada Trans 1000, menimbulkan gesekan di bawah. Kami mohon agar operasional kapal modern cukup di Ancol saja,” tutur Kacab PT SSA, Bayu selaku operator kepada Maritimnews di Jakarta Utara, Sabtu (17/8).

Bahkan, terang Bayu, di Kali Adem sudah diturunkan sekelompok Security yang kabarnya terkait mendukung pengoperasian kapal cepat Trans 1000 di pelabuhan wisata tersebut.

Potensi gesekan di level bawah mudah tersulut, apabila tidak ada upaya Pemerintah Pusat turun tangan untuk solusi terbaik (win-win solution) bagi semua pihak di dermaga/pelabuhan Kali Adem.

“Bila Pemerintah mengizinkan kapal cepat beroperasi di Kali Adem, maka pasti kami akan tergusur. Padahal pemilik kapal-kapal tradisional adalah masyarakat sekitar Kepulauan Seribu,” pungkasnya.

Seperti diketahui, tersiar rencana dari pihak perusahaan Trans Seribu pada pertengahan 2019 bakal mengoperasikan kapal cepat modern untuk mengganti kapal wisata tradisional berbahan kayu rute Kali Adem – Kepulauan Seribu.

(Bayu/MN)

About the Author

- Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>