Published On: Wed, Oct 30th, 2019

Ceetak SDM Kemaritiman Unggul, Komitmen Seskoal Dukung Poros Maritim Dunia

Danseskoal mendampingi Menko Luhut.

Danseskoal mendampingi Menko Luhut.

MN, Jakarta – Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) kembali Seminar Nasional sebagai bagian dari wisuda Dikreg Seskoal Angkatan ke 57 dan Dies Natalis Seskoal ke 57 di Aula Jos Soedarso, Seskoal, Cipulir, Jakarta, Rabu (30/10).

Dalam acara yang mengangkat tema “Lima Tahun Kedua: Visi Poros Maritim Dunia Untuk Bangun Maritim Indonesia Menuju SDM Unggul Indonesia Maju” ini menghadirkan Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut B Pandjaitan sebagai keynote speaker pada hari pertama.

Dalam paparannya, Menko Luhut menjelaskan tentang strategi Indonesia ke depan di tengah Perang Dagang antara China dan Amerika Serikat. Oleh karena itu, purnawirawan bintang empat TNI AD tersebut menekankan untuk pentingnya membangun SDM dan teknologi di dalam negeri.

Lebih lanjut, Menko Luhut juga menyatakan bahwa hubungan Indonesia baik dengan China maupun Amerika Serikat saat ini dalam kondisi yang baik. Berbagai macam bentuk kerja sama yang dilakukan oleh Indonesia, khususnya dengan China hanya ditujukan untuk kepentingan bangsa dan negara.

“Jadi enggak semua investasi dari China kita terima-terima begitu saja. Kita lihat dulu dengan kepentingan kita, jadi enggak benar itu kalau ada yang menyebut kita kasih semua ke China,” jelasnya.

Untuk SDM bangsa Indonesia, Luhut menginginkan utamanya generasi muda memiliki karakter dan sikap yang jelas untuk kepentingan nasional. Dengan seperti itu, dia yakin Indonesia akan menjadi negara besar di tahun 2045.

“Jadi kalau di Sesko TNI itu ada tanggap, tanggon, dan trengginas. Tanggap itu punya kecerdasan, tanggon punya mental yang kuat dan trengginas punya badan yang sehat,” tegasnya.

Sejalan dengan itu, Danseskoal Laksda TNI Amarulla Octavian menyampaikan bahwa pihaknya sangat berkomitmen mewujudkan SDM unggul di bidang maritim sesuai dengan visi Presiden Joko Widodo.

“Sebagamaina yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo tahun ini adalah untuk mencetak SDM unggul, maka tentunya secara internal, Seskoal akan mencetak perwira Angkatan laut sesuai standar yang memiliki kapabilitas yang dibutuhkan oleh negara dan dunia internasional,” ujar Danseskoal di sela-sela acara tersebut.

Danseskoal menyatakan bahwa Seskoal saat ini telah memiliki akreditasi nasional. Dia pun berharap nantinya Seskoal akan mendapat akreditasi internasional.

“Mudah-mudahan tahun depan bisa akreditasi internasional. Berarti lulusan Seskoal bisa mndapat pengakuan dunia, ilmunya bisa dimanfaatkan untuk Indonesia dan kawasan internasional. Ini peran internal kita,” ungkapnya.

Selanjutnya, secara eksternal, lulusan AAL tahun 1988 itu menyebut event yang digelar ini merupakan contoh bahwa Seskoal turut berkontribusi membangun kemaritiman Indonesia. Di antaranya dengan menampung pemikiran-pemikiran para pakar dan akademisi kemaritiman sesuai bidangnya masing-masing.

“Produk-produk pemikiran baru dari para akademisi, guru besar itu kita rangkum dan formulasikan untuk nanti bisa kita berikan sebagai masukan kepada pemerintah. Jadi peran kita secara internal mencetak perwira yang andal dan yang kedua memberi masukan signifikan kepada Pemerintah RI,” jelasnya.

Mantan Dekan FMP Universitas Pertahanan (Unhan) itu lebih lanjut menyatakan bahwa pihaknya juga menginisiasi terbentuknya Universitas Maritim Indonesia. Hal itu sebagai wujud dari Seskoal untuk mencetak SDM unggul di bidang maritim yang pesertanya adalah kalangan sipil.

“Universitas Maritim Indonesia ini adalah salah satu jawaban dari program SDM unggul. Kita akan mencetak tidak hanya perwira militer tapi juga para mahasiswa di seluruh Indonesia untuk menjadi ahli di bidang kemaritiman dan kelautan. Nah ini jadi salah satu tujuan Universitas Maritim Indonesia didirikan sehingga kita nanti banyak memiliki akademisi di laut untuk memanfaatkan laut kita demi kesejahteraan bangsa Indonesia,” bebernya.

Dia menambahkan sampai saat ini proses administrasi dan perizinannya sudah selesai. Kementistekdikti kemudian akan menindaklanjuti dan sudah disampaikan juga ke Kementerian PAN-RB serta di bawah supervisi Kemenko PMK.

“Ide awal memang dari Seskoal dan juga Kemenko Maritim. Setelah secara administrasinya sesuai peraturan dan perundangan akan ditindaklanjuti oleh Kemenristekdikti dan Kemenkeu sudah alokasikan anggaran yang cukup memadai untuk rencana pendidikan ini karena dalam waktu kebutuhan yang mendesak bagi Indonesia, karena suatu kebutuhan untuk mencetak ahli-ahli di bidang kemaritiman,” bebernya lagi.

Danseskoal menyatakan, untuk kampus dari Universitas Maritim Indonesia ini masih banyak pertimbangan. Intinya kampus ini harus melambangkan simbol kejayaan maritim Indonesia karena kampus ini merupakan salah satu universitas unggulan di Indonesia.

Pria yang menjabat Danseskoal sejak tahun 2018 ini melanjutkan bahwa program dari kampus ini menjabarkan 5 pilar Poros Maritim Dunia yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo. Nantinya fakultasnya meliputi Fakultas Budaya Maritim, Fakultas Sumber Daya Maritim, Fakultas Konektivitas dan Infrastruktur Maritim, Fakultas Diplomasi Maritim dan Fakultas Pertahanan Maritim.

“Ini akan ada 17 program studi untuk S2 dan S3. S1-nya akan kita ambil dari lulusan di universitas yang umum. Tahun kelima justru kita akan membuka S1-nya, jadi kita melihat untuk S1 misalnya IPB dan ITS yang sudah ada program-program kelautan, tinggal S2 dan S3-nya,” pungkas Danseskoal.

About the Author

- Redaktur

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

alterntif text
alterntif text
alterntif text
Connect with us on social networks
Recommend on Google