Terminal Petikemas Pelabuhan Panjang
MN, Panjang – Peluang kontrak dermaga atau berthing window di IPC Terminal Petikemas area Panjang masih terbuka bagi pelayaran rute domestik yang berminat kerjasama pelayanan bongkar muat container di pelabuhan Panjang, Lampung.
“Kami berharap ada pelayaran rute Semarang dan Surabaya, untuk kontainerisasi. Misalnya muat komoditi Tepung Tapioka, Kopi, serta (reefer) buah Nanas juga Pisang,” jelas Manager IPC Petikemas area Panjang, Suswantoro kepada Maritimnews, Kamis (10/9).
Menurut Suswantoro, pola kontrak dermaga telah diterapkan di IPC terminal petikemas pelabuhan Panjang terhadap 6 (enam) pelayaran. Dimana tujuan berthing window adalah memberikan kepastian tambat kapal dan menjamin pelayanan kapal.
“Kecepatan waktu dan keamanan barang lebih terjamin dengan pola tersebut. Terminal Petikemas Panjang masih tersedia slot dermaga untuk empat kapal, kami menunggu pelayaran teken kontrak berthing window,” terangnya.
Suswantoro menegaskan, bahwa kegiatan perdagangan yang menggunakan petikemas akan memperkecil resiko kehilangan dan kerusakan barang. Container service lebih cepat sehingga overhead stock dan overhead cost dapat dihemat.
“Diharapkan beberapa komoditi dari hinterland Provinsi Lampung beralih memakai petikemas, antara lain melalui pelayaran domestik. Tujuannya untuk meningkatkan produktivitas, salah satunya memangkas waiting time,” pungkasnya.
Seperti diketahui, saat ini di Lampung sudah beroperasi pabrik Tepung Tapioka kapasitas 60 ribu ton per tahun milik PT Budi Starch & Sweetener Tbk, anak perusahaan Sungai Budi yang sebagian besar untuk pasar domestik.
(Bayu/MN)
Oleh : Dr. Dayan Hakim NS* Perusahaan pelayaran saat ini tengah menghadapi kewajiban untuk menyusun…
Jakarta (Maritimnews) - Kunjungan Mahasiswa dan Mahasiswi Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Indonesia (UI) ke…
Pontianak (Maritimnews) - Dukungan perusahaan IPC Terminal Petikemas terhadap Asta Cita ke-4 Pemerintah Republik Indonesia…
Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Area Teluk Bayur bersama PT Pelabuhan Tanjung…
Jambi (Maritimnews) - Indonesia adalah produsen dan eksportir utama kayu manis global, menguasai sekitar 41%…
Dwelling time yang masih jauh di atas standar internasional bukan sekadar masalah teknis kepelabuhanan —…