Pelabuhan Kuala Tanjung Butuh Industrial Estate

Kunjungan kerja tim Kemenkomarves ke Kuala Tanjung


MN
, Kuala Tanjung – PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo 1 sangat mengharapkan dukungan Pemerintah Pusat bagi pengembangan dan realisasi Kuala Tanjung Industrial Estate, dalam rangka percepatan pengembangan pelabuhan Kuala Tanjung sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) dan akan jadi hub internasional.

Direktur Utama Pelindo 1, Dani Rusli Utama saat menerima kunker Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenkomarves) ke Kuala Tanjung Port & Industrial Estate dan Belawan pada tanggal 8 – 9 Oktober 2020 menjelaskan, bahwa tahap I pengembangan kawasan industri Kuala Tanjung akan dikembangkan selama tiga tahun (2020 – 2022).

Rencana pengembangan Industrial Estate tersebut telah sesuai dengan Penetapan Lokasi (Penlok) yang diperoleh PT Pelindo 1 dari Pemerintah Kabupaten Batu Bara seluas 1.128 hektar.

“Kini pelabuhan Kuala Tanjung mencatat tren pertumbuhan positif dan mendapat respon positif dari pasar. Kami terintegrasi dengan KEK Sei Mangkei yang dikelola PTPN 3 melalui anak perusahaannya,” terang Dani Rusli di Kuala Tanjung, Kamis (8/10).

Adapun dukungan dimaksud pihak Pelindo I bagi pengembangan Kuala Tanjung Industrial Estate antara lain, kemudahan memperoleh izin bagi investor untuk memulai, menjalankan, dan mengembangkan bisnisnya; kemudahan pengelolaan pasokan energi, air, telekomunikasi dan limbah; ketersediaan dan kualitas prasarana transportasi; dan kebijakan tarif kompetitif dalam penyediaan listrik dan gas bagi tenant.

Di samping itu, diperlukan pula kebijakan investasi pembangunan kilang minyak di Kuala Tanjung Industrial Estate.

Plt Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi kemenkomarves Ayodhia GL Kalake menegaskan, pihaknya mendukung percepatan pengembangan Kuala Tanjung selaku PSN. Potensi pelabuhan Kuala Tanjung sangat besar dilihat dari kemajuan trafiknya, sudah banyak kapal yang memanfaatkan fasilitas di pelabuhan Kuala Tanjung.

Kemenkomarves sendiri membantu akselerasi pengembangannya dan melakukan mapping hambatan yang dihadapi agar dapat membantu mencarikan solusi. Kemajuan PSN ini juga tergantung dari konektivitas, akses jalan dan kereta api. Apabila semua infrastruktur selesai, maka operasional Kuala Tanjung pasti optimal.

(Bayu/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Hari Pelanggan Nasional 2026, IPC TPK Perkuat Sinergi Lewat Customer Rafting

Bogor (Maritimnews) – Dalam rangka memperingati Hari Pelanggan Nasional, IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menyelenggarakan…

7 hours ago

Agustus 2026, TPS Catat Throughput 128 Ribu TEUs

Surabaya (Maritimnews) - Kinerja arus petikemas (throughput) PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) untuk bulan Agustus…

8 hours ago

Vessel Operational Disruption; Kapan Pengalihan Kapal Menjadi Pilihan Tepat

Oleh: SAFUAN - Doctor in Management Science Gangguan operasional merupakan salah satu risiko yang tidak…

2 days ago

Dukung Asta Cita dan SDGs, IPC TPK Perkuat Kebersihan Palembang

Palembang (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) melanjutkan komitmen keberlanjutan dan kepedulian terhadap lingkungan…

3 days ago

IPC TPK Dukung Rehabilitasi Mangrove Nasional bersama The North Green Movement

Jakarta (Maritimnews) - Mangrove memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, antara lain sebagai…

3 days ago

IPC TPK Paparkan Kinerja Operasional Real Time kepada Bappenas RI

Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menerima kunjungan lapangan dari Badan Perencanaan Pembangunan…

3 days ago