Kegiatan Outlook 2020 Pemprov Kalbar
MN, Pontianak – Potensi pertumbuhan ekonomi provinsi Kalimantan Barat dapat lebih tinggi daripada daerah lain di Kalimantan, apabila didukung data valid produksi dari sumber daya alam (SDA) yang akan didorong sebagai komoditas ekspor, sehingga PPDB Kalbar terlihat riil, tidak timpang.
Hal tersebut dikatakan oleh Gubernur Kalimantan Barat, H Sutarmidji saat memberi sambutan pada acara Seminar Outlook Ekonomi Kalbar 2021 dengan tema “Momentum Akselerasi Ekonomi Kalbar” di Hotel Mercure Pontianak, Kamis (21/1).
Untuk itu H. Sutarmidji meminta data, khususnya tentang cadangan potensi SDA di Kalbar dapat diperbaiki. Data menjadi sangat penting guna menyusun perencanaan yang matang sehingga produksi apapun tercatat sebagai ekspor sebagai keluarannya.
Gubernur Kalbar H Sutarmidji menegaskan, bahwa potensi provinsi Kalbar sangat luar biasa, khususnya SDA perlu dilakukan pendataan agar perencanaan matang, yakni sinkronisasi data dan update data, serta akselerasi data.
H Sutarmidji meminta SDA menjadi bahan setengah jadi dan tercatat sebagai ekspor. Dengan demikian pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat bisa lebih tinggi daripada daerah lain di wilayah Kalimantan.
Menurut Gubernur Kalbar, data yang diperbaiki berupa cadangan sumber daya alam, potensi ekspor, penyerapan tenaga kerja, serta sektor-sektor yang perlu ditingkatkan seperti pertanian, pariwisata, dan lain-lain. Diharapkan target pertumbuhan ekonomi di Kalbar dapat tumbuh sebesar 5 persen.
“Kedepan belanja pemerintah daerah benar-benar dapat diatur per triwulan dengan baik. Jangan di ujung tahun baru belanja. Persiapan daerah menjadi sangat penting,” pungkasnya.
(Bayu/MN)
Oleh : Dr. Dayan Hakim NS* Perusahaan pelayaran saat ini tengah menghadapi kewajiban untuk menyusun…
Jakarta (Maritimnews) - Kunjungan Mahasiswa dan Mahasiswi Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Indonesia (UI) ke…
Pontianak (Maritimnews) - Dukungan perusahaan IPC Terminal Petikemas terhadap Asta Cita ke-4 Pemerintah Republik Indonesia…
Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Area Teluk Bayur bersama PT Pelabuhan Tanjung…
Jambi (Maritimnews) - Indonesia adalah produsen dan eksportir utama kayu manis global, menguasai sekitar 41%…
Dwelling time yang masih jauh di atas standar internasional bukan sekadar masalah teknis kepelabuhanan —…