Ahmad: Port State Control Indonesia Tetap Utamakan Profesionalitas

Direktur KPLP Ahmad saat mengikuti pertemuan secara virtual

MN, Jakarta – Dalam pertemuan rutin tahunan Port State Control Committee ke-31 yang digelar virtual, Pemerintah Indonesia melalui Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub menegaskan komitmen Port State Control (PSC) Indonesia untuk tetap menjaga profesionalitas saat melaksanakan pekerjaan.

Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), Ahmad selaku perwakilan PSC Indonesia mengatakan, komitmen menjalankan sikap profesional menjadi prioritas, termasuk menghadapi situasi pandemi Covid-19 yang mengakibatkan terjadinya pembatasan di dunia pelayaran internasional.

“Berbagai pembatasan yang berlaku, tidak akan mengurangi kinerja dan profesionalitas kami untuk bekerja sesuai ketentuan berlaku di bawah Tokyo MoU. Kami tetap mengikuti prosedur inspeksi sesuai panduan Tokyo MoU,” terang Ahmad secara virtual di Holiday Inn & Suites, Jakarta, Kamis (21/1).

Ahmad menjelaskan, pertemuan membahas beberapa hal, antara lain performa PSC dari masing-masing negara anggota, status ratifikasi atau aksesi terhadap instrumen-instrumen terkait masing-masing negara anggota, cooperating member dan Observer, serta Program Kerjasama Teknis di bawah Tokyo Mou.

Untuk diketahui, Indonesia telah melaksanakan audit VIMSAS pada tahun 2014 dan akan melaksanakan audit IMSAS pada tahun 2023. Selain itu, Indonesia juga mendaftar sebagai relawan untuk program Peer Support Review.

Adapun pertemuan Port State Control Committee tahun ini dihadiri perwakilan dari 21 (dua puluh satu) negara anggota dari Tokyo MoU serta Tokyo Mou Secretariat. Sedangkan bertindak sebagai Chairman pada Pertemuan tersebut adalah Maritime New Zealand’s General Manager Maritime Compliance, Kenny Crawford.

(Bayu/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Kewajiban Perusahaan Pelayaran dalam Pelaporan ESG 2025

Oleh : Dr. Dayan Hakim NS* Perusahaan pelayaran saat ini tengah menghadapi kewajiban untuk menyusun…

4 hours ago

Program Jejak Pelabuhan, Mahasiswa/i UI Kunjungi IPC TPK

Jakarta (Maritimnews) - Kunjungan Mahasiswa dan Mahasiswi Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Indonesia (UI) ke…

3 days ago

IPC TPK Gelar Pelatihan Keterampilan Bagi Perempuan Penyandang Disabilitas di Pontianak

Pontianak (Maritimnews) - Dukungan perusahaan IPC Terminal Petikemas terhadap Asta Cita ke-4 Pemerintah Republik Indonesia…

4 days ago

Sinergi Operasional IPC TPK dan PTP di Teluk Bayur

Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Area Teluk Bayur bersama PT Pelabuhan Tanjung…

4 days ago

IPC TPK Jambi Dukung Kelancaran Ekspor Kayu Manis ke Mancanegara

Jambi (Maritimnews) - Indonesia adalah produsen dan eksportir utama kayu manis global, menguasai sekitar 41%…

4 days ago

Barang Kami Tertahan, Bisnis Kami Pun Ikut Berhenti

Dwelling time yang masih jauh di atas standar internasional bukan sekadar masalah teknis kepelabuhanan —…

6 days ago