Ditjen Hubla punya target raih
MN, Jakarta – Sampai saat ini 2 (dua) unit kerja di Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub telah menerima sertifikat manajemen ISO 9001:2015 dari British Standard Institute (BSI) group Dalam Bidang Penyelenggaraan Pelayanan Adminstrasi Publik.
Sebelumnya Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut berhasil memperoleh ISO 9001:2015, kini Direktorat Perkapalan dan Kepelautan juga memperoleh sertifikat manajemen tersebut berdasarkan aspek pelayanan terhadap publik.
Bahkan Direktorat Perkapalan dan Kepelautan, setelah penerapan ISO 9001:2015 yang dinilai membawa perubahan cukup besar, akan melakukan upgrade menuju ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan atau Bribery (Standart terbaru dan pertama di dunia untuk anti penyuapan).
“Menuju ISO 37001:2016 tentunya dengan berbagai klausul lengkap guna mencegah anti penyuapan dalam organisasi,” kata Direktur Perkapalan dan Kepelautan Ditjen Hubla, Capt Hermanta di Jakarta, Kamis (21/1).
Sementara itu Sekretaris Jenderal Kemenhub, Djoko Sasono berpesan dalam penerapan Sistem manajemen Mutu (QMS) ISO 9001:2015, aspek yang harus dijunjung tinggi adalah komitmen dan integritas, yaitu bagaimana seluruh jajaran terlibat dapat patuh terhadap standar operasional prosedur berlaku serta mampu menerapkannya secara menyeluruh.
Tanpa komitmen dan integritas yang kuat dari seluruh pihak, maka harapan dan tujuan yang ingin dicapai dalam proses sertifikasi ISO 9001:2015 tidak akan dapat tercapai.
(Bayu/MN)
Oleh : Dr. Dayan Hakim NS* Perusahaan pelayaran saat ini tengah menghadapi kewajiban untuk menyusun…
Jakarta (Maritimnews) - Kunjungan Mahasiswa dan Mahasiswi Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Indonesia (UI) ke…
Pontianak (Maritimnews) - Dukungan perusahaan IPC Terminal Petikemas terhadap Asta Cita ke-4 Pemerintah Republik Indonesia…
Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Area Teluk Bayur bersama PT Pelabuhan Tanjung…
Jambi (Maritimnews) - Indonesia adalah produsen dan eksportir utama kayu manis global, menguasai sekitar 41%…
Dwelling time yang masih jauh di atas standar internasional bukan sekadar masalah teknis kepelabuhanan —…