Soal Kapal Super Tanker, Pemerintah Indonesia Bakal Digugat Asing

Kapal Tanker (foto:BBCNewsIndonesia)

MN, Jakarta – Pasca penahanan kapal super tanker asing, MT Horse berbendera Iran dan MT Freya berbendera Panama oleh Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI di perairan Pontianak, Pemerintah Indonesia berpotensi dapat gugatan bila melihat bukti penahanan yang kurang kuat dan hanya berpotensi sanksi administrasi.

Hal tersebut dikatakan Direktur National Maritime Institute (Namarin) Siswanto Rusdi menanggapi pernyataan Kepala Bakamla Laksdya TNI Aan Kurnia saat Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi I DPR, Selasa (2/2) yang menegaskan, bahwa kedua kapal telah terbukti melanggar hukum internasional dan nasional Indonesia.

Adapun tuduhan pelanggaran, kata pihak Bakamla, melakukan kegiatan ship to ship dalam lintas damai dan telah keluar dari alur pelayaran internasional, mematikan AIS dan menutup nama serta nomor lambung kapal, dan melakukan oil spiling yang berdampak pencemaran lingkungan.

Menurut Siswanto, jika kedua kapal milik asing itu terus ditahan tanpa ada dokumen pengadilan yang jelas maka tidak menutup kemungkinan negara pemilik kapal akan menggugat balik Indonesia, sebabnya proses dari awal sudah tak benar.

“Penahanan tidak dilengkapi surat dari pengadilan. Bila didendapun, harus diputuskan oleh pengadilan. Masalahnya, penahanan tidak naik sampai ke pengadilan,” terang Siswanto kepada Maritimnews di Jakarta, Kamis (4/2).

Soal gugatan, lanjut Siswanto, sangat lumrah dan wajar karena pihak perusahaan pemilik kapal merasa sangat dirugikan dalam kasus penahanan ini. Bahkan informasinya, Kementerian Luar Negeri Iran melalui Kedutaan Besarnya di Indonesia telah menyiapkan langkah-langkah hukum untuk menuntut ganti rugi pelayaran kepada pemerintah Indonesia.

“Penahanan tidak sesuai dengan prosedur yang ada. Pihak yang akan mengenakan sanksi denda berpeluang akan digugat balik oleh perusahaan pelayaran pemilik kapal. Dari pihak Indonesia tentu harus menyiapkan argumentasi yang kuat atas tindakannya penahanan kedua kapal tersebut,” pungkasnya.

(Bayu/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

IPCC Gelar Public Expose 2026

Jakarta (Maritimnews) – PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IDX:IPCC), anak perusahaan PT Pelindo Multi Terminal…

2 days ago

Pelindo Gelar Coffee Morning, Sosialisasikan peralihan Nota Layanan Jasa Barang Non Petikemas

Jakarta (Maririmnews) - Dalam rangka meningkatkan sinergitas hubungan kerja sama yang telah terjaga dengan baik,…

3 days ago

TPS Gelar Safety Drill Hadapi Cuaca Ekstrem

Surabaya (Maritimnews) – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) menggelar Safety Drill Angin Kencang di area…

1 week ago

TPK Koja Gelar Pelindo Mengajar 2026 di SMAN 8 Yogyakarta

Yogyakarta (Maritimnews) - KSO Terminal Petikemas Koja (TPK Koja) menggelar Program Pelindo Mengajar sebagai bagian…

1 week ago

Hari Sumpah Pemuda, Pelindo Regional 3 Gelar Donor Darah

Surabaya (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 berkomitmen untuk terus mendorong kegiatan sosial…

1 week ago

Satu Dekade NPCT 1, Kapasitas Hampir Penuh

Jakarta (Maritimnews) - New Priok Container Terminal One (NPCT1) baru saja merayakan satu dekade operasional…

1 week ago