Categories: KKPTerbaru

Kapal Ikan Malaysia Diringkus KKP di Selat Malaka

Kapal ikan ilegal berbendera Malaysia yang ditangkap tim KKP

MN, Belawan – Di tengah kekhidmatan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan 1442 H, kapal pengawas Ditjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP berhasil meringkus satu kapal ikan asing ilegal Malaysia di WPPNRI 571 Selat Malaka, Riau, Sabtu (17/4).

Penangkapan kapal ikan asing ilegal berbendera Malaysia di Selat Malaka kali ini sekaligus sebagai penegasan, bahwa Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tidak ada kompromi dan menyatakan perang terhadap aksi pencurian ikan di laut Indonesia.

“Kami mengonfirmasi penangkapan satu kapal ikan asing ilegal berbendera Malaysia yaitu PKFA 8487 di perairan Selat Malaka. Penangkapan ini dilakukan oleh KP Hiu 08,” terang Sekretaris Jenderal KKP, Antam Novambar yang juga Plt Dirjen PSDKP di Jakarta, Minggu (18/4).

Antam menuturkan, kapal ikan asing ilegal berbendera Malaysia tidak menduga kehadiran aparat Indonesia dan mencoba kabur, namun berhasil dihentikan pada posisi koordinat 04° 09,056′ LU – 099° 31,431′ BT.

Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan, kapal ikan ilegal tersebut mengoperasikan alat tangkap trawl dan diawaki oleh 5 awak kapal yang terdiri dari 2 warga negara Malaysia dan 3 warga negara Indonesia.

Untuk proses hukum lebih lanjut, kapal beserta seluruh awak di ad hoc ke Stasiun PSDKP Belawan.

Sementara itu Direktur Pemantauan dan Operasi Armada, Pung Nugroho Saksono mengatakan, telah menginstruksikan jajarannya di lapangan agar tetap waspada terhadap praktik pencurian ikan, termasuk selama bulan puasa.

“Berdasarkan pengalaman-pengalaman sebelumnya, periode bulan puasa justru sering kali dimanfaatkan para pencuri ikan di laut Indonesia. Ini merupakan salah satu modus operandi pencurian ikan,” pungkasnya.

(Bayu/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Kewajiban Perusahaan Pelayaran dalam Pelaporan ESG 2025

Oleh : Dr. Dayan Hakim NS* Perusahaan pelayaran saat ini tengah menghadapi kewajiban untuk menyusun…

1 day ago

Program Jejak Pelabuhan, Mahasiswa/i UI Kunjungi IPC TPK

Jakarta (Maritimnews) - Kunjungan Mahasiswa dan Mahasiswi Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Indonesia (UI) ke…

4 days ago

IPC TPK Gelar Pelatihan Keterampilan Bagi Perempuan Penyandang Disabilitas di Pontianak

Pontianak (Maritimnews) - Dukungan perusahaan IPC Terminal Petikemas terhadap Asta Cita ke-4 Pemerintah Republik Indonesia…

5 days ago

Sinergi Operasional IPC TPK dan PTP di Teluk Bayur

Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Area Teluk Bayur bersama PT Pelabuhan Tanjung…

5 days ago

IPC TPK Jambi Dukung Kelancaran Ekspor Kayu Manis ke Mancanegara

Jambi (Maritimnews) - Indonesia adalah produsen dan eksportir utama kayu manis global, menguasai sekitar 41%…

5 days ago

Barang Kami Tertahan, Bisnis Kami Pun Ikut Berhenti

Dwelling time yang masih jauh di atas standar internasional bukan sekadar masalah teknis kepelabuhanan —…

1 week ago