Salah satu titik kemacetan di jalan Galangan Kapal
MN, Makassar – Fasilitas Makassar New Port (MNP) yang modern didukung kedalaman kolam -16 LWS, belum punya akses jalan ideal. Saat ini jalur jalan menuju MNP tergolong kecil, sementara beban terus bertambah dengan kehadiran truk trailer petikemas 20′ dan 40′ serta kargo berlalu lalang.
Akses jalan jadi kendala bagi truk trailer, dimana rawan kemacetan di beberapa titik sepanjang kurang lebih 16 km (exit tol dari pelabuhan Soekarno Hatta menuju MNP). Karena melewati jalan Galangan Kapal, lampu merah pertigaan, pemukiman penduduk, TPU Beroangin, serta pasar Pannampu.
Memang tidak ada pilihan akses penghubung lain, kecuali jalan tersebut, khususnya bagi lalu lintas dan aktivitas truk-truk petikemas atau kargo agar dapat menjangkau lokasi Terminal MNP atau arah sebaliknya.
Menjawab permasalahan itu, PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) telah melaksanakan kegiatan sosialisasi pembebasan lahan akses jalan tol menuju lokasi pintu gerbang MNP yang digelar di Ruang Serbaguna Lantai 7 Kantor Pusat Pelindo IV, Makassar, Selasa (18/5).
Direktur Utama PT Pelindo IV, Prasetyadi, saat memberikan sambutan pada “Pembahasan Lanjutan Pendampingan Proses Pengadaan Lahan Akses Jalan Tol MNP” mengatakan, selain jalan Tol, nantinya MNP akan menggunakan konsep green port dan smart port. Merupakan kebanggaan jika MNP bisa segera beroperasi penuh dan menjadi hub di wilayah Indonesia Timur.
“Dalam rangka mendukung pelabuhan berskala internasional, kita memang membutuhkan akses penghubung antara jalan tol eksisting dengan MNP supaya mudah. Kita lihat, menuju MNP harus melalui Pasar Pannampu dan Jalan Galangan Kapal yang krodit dan sebagainya.
Kondisi sekarang tidak sejalan dengan konsep pelabuhan internasional, kami berinisiatif membuat akses yang menghubungkan jalan tol eksisting dan pintu gerbang MNP,” jelas Prasetyadi.
Direktur Utama PT Pelindo IV menegaskan, tentunya hal itu tidak bisa berjalan dan tidak bisa terwujud kalau tidak didukung oleh Pemprov Sulsel, Pemkot Makassar dan oleh kementerian serta lembaga terkait seperti Badan Pertanahan Nasional (BPN).
“Sesuai rencana kalau tidak ada halangan, pertengahan tahun ini fisiknya sudah bisa dimulai pembangunan jalan tolnya. Konsep jalan masuknya rumah adat Toraja dan di belakangnya rumah adat suku Bugis. Seperti kapal Phinisi. Kalau persoalan tanah sudah selesai, segera kita bangun konstruksi fisiknya,” pungkasnya.
Adapun dalam kegiatan sosialisasi Proses Pengadaan Lahan Akses Jalan Tol MNP, turut dihadiri Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Sulsel, Bambang Priono, Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani, Walikota Makassar, Moh Ramdhan Danny Pomanto dan Kepala Dinas Pertanahan Kota Makassar, Manay Sofyan, beserta seluruh Direksi PT Pelindo IV (Persero).
(Bayu/MN)
Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka meningkatkan kepercayaan masyarakat dan pengguna jasa terhadap pelayanan terminal penumpang,…
Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka menghadirkan layanan terminal yang unggul (Operational Excellence) berkelanjutan, PT IPC…
Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 PT Pelabuhan Indonesia (Persero)…
Tanjung Pinang (Maritimnews) - Langkah Transformasi Terminal Penumpang Sri Bintan Pura di Tanjung Pinang telah…
Investasi besar pada terminal pelabuhan tanpa membenahi konektivitas di belakangnya ibarat membangun mulut tanpa tenggorokan.…
Bandar Lampung (Maritimnews) - PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) area Panjang semakin memperkuat perannya…