Pasca Merger, Subholding Pelindo Menuju IPO?

BoD PT Pelindo (Persero)

MN, Jakarta – Jika Pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyatakan, bahwa privatisasi BUMN sebagai salah satu cara meningkatkan kinerja dan nilai perusahaan – memperbesar manfaat bagi negara dan masyarakat – memperluas pemilikan saham oleh masyarakat. Bukan tidak mungkin, pasca penggabungan PT Pelabuhan Indonesia (Persero), subholding bakal menuju proses penerapan Initial Public Offering (IPO).

Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 101 Tahun 2021 Tentang Penggabungan Perusahaan Persero PT Pelindo I, III, IV kedalam PT Pelindo II (Persero) telah ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo di Jakarta pada hari Jumat, tanggal 1 Oktober 2021 bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila.

Seandainya IPO dilakukan terhadap empat Subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero), yakni PT Pelindo Terminal Petikemas, PT Pelindo Solusi Logistik, PT Pelindo Multi Terminal, dan PT Pelindo Jasa Maritim, maka perusahaan holding harus memenuhi kewajiban sesuai PP Nomor 101 Tahun 2021 pasal 4 b; Perusahaan Persero (Persero) PT Pelabuhan Indonesia II wajib melakukan penyesuaian terhadap perizinan, konsesi, dan dokumen hukum lain paling lambat 2 (dua) tahun terhitung sejak tanggal penggabungan mulai berlaku sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Seperti diketahui bersama, bahwa tujuan yang ingin dicapai kalau menerapkan privatisasi, antara lain akan memberikan kontribusi finansial kepada negara dan Badan Usaha, mempercepat penerapan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG), serta membuka akses ke pasar internasional, dan alih teknologi serta transfer best practice kepada Badan Usaha.

Adapun arah kebijakan privatisasi diklasifikasikan berdasarkan 3 (tiga) jenis struktur industri yaitu, untuk Badan Usaha yang industrinya kompetitif dilakukan IPO (Initial Public Offering) atau strategic sales, untuk Badan Usaha yang industrinya sudah sunset dilakukan divestasi, dan bagi Badan Usaha yang usahanya bersifat natural resources base tetap dipertahankan sebagai Badan Usaha.

Inilah keuntungan perusahaan apabila mendapat dana dari proses go public/IPO, bisa buat modal kerja, dan kesempatan perusahaan mengembangkan bisnis sangat besar. Perusahaan dapat menciptakan produk baru, membuka pasar baru di dalam maupun luar negeri, meningkatkan strategi pemasaran, serta lainnya. Tujuannya cukup jelas, agar bisnis semakin maju.

(Bayu/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Pelindo Gelar Coffee Morning, Sosialisasikan peralihan Nota Layanan Jasa Barang Non Petikemas

Jakarta (Maririmnews) - Dalam rangka meningkatkan sinergitas hubungan kerja sama yang telah terjaga dengan baik,…

1 day ago

TPS Gelar Safety Drill Hadapi Cuaca Ekstrem

Surabaya (Maritimnews) – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) menggelar Safety Drill Angin Kencang di area…

6 days ago

TPK Koja Gelar Pelindo Mengajar 2026 di SMAN 8 Yogyakarta

Yogyakarta (Maritimnews) - KSO Terminal Petikemas Koja (TPK Koja) menggelar Program Pelindo Mengajar sebagai bagian…

7 days ago

Hari Sumpah Pemuda, Pelindo Regional 3 Gelar Donor Darah

Surabaya (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 berkomitmen untuk terus mendorong kegiatan sosial…

7 days ago

Satu Dekade NPCT 1, Kapasitas Hampir Penuh

Jakarta (Maritimnews) - New Priok Container Terminal One (NPCT1) baru saja merayakan satu dekade operasional…

1 week ago

Pelindo FC Harumkan Indonesia, Juara FIFCO World Corporate Champions Cup 2026 di Turki

Antalya, Turki (Maritimnews) - Perhelatan FIFCO World Corporate Champions Cup 2026 merupakan kompetisi minisoccer korporasi…

1 week ago