Sampah rumah tangga
MN, Bandung – Permasalahan sampah di lingkungan kita membutuhkan perhatian cukup serius, antara lain dampak sampah rumah tangga yang seharusnya bisa dikurangi jika penanganannya tepat. Kini Universitas Widyatama mencetuskan program Green Logistics yang mampu mengolah sampah agar memiliki nilai ekonomis tinggi.
Ketua Pelaksana Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Studi Teknik Industri Universitas Widyatama, Muchammad Fauzi menjelaskan pentingnya penerapan green logistics bagi masyarakat untuk meningkatkan nilai ekonomis sampah rumah tangga.
“Penerapan green logistics menjadi salah satu solusi untuk membantu meningkatkan kinerja pengelolaan sampah di Kota Bandung,” terang Muchammad Fauzi dalam kegiatan PkM bertema Penyuluhan Penguatan Green Logistics melalui Nilai Ekonomis Sampah Produksi Rumah Tangga di Kelurahan Margasari Kota Bandung, Senin (31/1).
Fauzi menjelaskan tiga langkah solusi dalam rangka menyelesaikan permasalahan pengelolaan sampah.
Pertama, membuat model green logistics komoditas sampah rumah tangga yang memberikan nilai ekonomis sampah produksi rumah tangga di Kelurahan Margasari Kota Bandung sebagai pilot project.
Kedua, menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya dalam pengolahan sampah. Ketiga, Universitas Widyatama bekerja sama dengan bank sampah untuk menerapkan model tersebut di Kelurahan Margasari Kota Bandung.
Adapun kegiatan PkM tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman dan motivasi masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga agar memberikan nilai tambah bagi masyarakat terutama di Kelurahan Margasari Bandung.
Model penanganan dan solusi penanganan sampah itu diharapkan dapat berkontribusi dalam perbaikan pengelolaan sampah di Kota Bandung. Pada tahap implementasi, diperlukan koordinasi berbagai pihak terkait untuk melakukan pengawasan secara berkala.
Kajian Universitas Widyatama tersebut didasari data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SISPSN) tahun 2020, Kota Bandung yang menempati posisi ketiga timbulan sampah harian tertinggi sebesar 1.539,82 ton/hari setelah Kabupaten Bekasi sebesar 1.900,24 ton/hari dan Kota Depok sebesar 1.565,04 ton/hari.
Komposisi terbesar sampah berdasarkan jenisnya di Kota Bandung pada tahun 2020 adalah sisa makanan sebesar 44,52% dan plastik 16,7%. Komposisi terbesar sampah berdasarkan sumbernya di Kota Bandung pada tahun 2020 adalah Rumah Tangga sebesar 60% dan Fasilitas Publik 13,3%.
Sedangkan kinerja pengurangan sampah Kota Bandung pada tahun 2020 menempati posisi ke 5 di Jawa Barat sebesar 6,56% atau 36.887,99 ton/tahun dan menempati posisi terakhir untuk penanganan sampah sebesar 0,6%.
(Bayu/MN)
Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka meningkatkan kepedulian terhadap anak yatim.piatu, Koperasi Karyawan (KOPKAR) Terminal Petikemas…
Bandar Lampung (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Panjang mencatat kinerja operasional yang…
Jakarta (Maritimnews) - PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) berhasil menjaga kinerja operasional secara solid…
Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) mencatat kinerja operasional yang positif dalam melayani angkutan…
Ini bukan soal satu atau dua pelabuhan yang perlu diperbaiki. Ini adalah kegagalan sistemik yang…
Ditulis oleh: Arief Poyuono Pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 yang berada di kisaran 5 %…